Minggu, 18 September 2011
Dia Cuma Buat Gue Part 2
BAB 2
Gadis itu?
Suasana pagi ini begitu bersahabat. Dan –seharusnya- membuat semangat siswa-siswi untuk menuntut ilmu. Tapi tidak dengan kelas XII IPA-2. suasana kelas serasa seperti neraka! Kenapa pelajaran bahasa indonesia begitu membosankan? Entah karena apa, tapi belajar berbahasa indonesia yanng baik itu memang sangat sulit.
Suasana kelas begitu heninng, membuat seisi kelas mengantuk. Baagaimana tidak, suasana kelas yang hening ditambah dengan semilir angin pagi yang begitu sejuk. Hmm, enak sekali rasanya tidur di saat suasana seperti ini. Saking mengantuknya mereka sampai-sampai mengelem kelopak mata mereka agar tetap terbuka.
Selesai menuliskan catatan dipapan tulis, bu winda kembali ke tempatya, dan mulai mencerocos dengan semangat. ”kalian mengerti?” tanyanya galak. Dengan sangat malas, semua siswa kelas XII IPA-2 menjawab, ”mengerti buuu!” dengan nada setengah tidak ikhlas dan membentak.
@@@@
Tidak jauh berbeda dengan keadaan kelas XII, kelas XI IPA-2 juga serasa sangat membosankan. Berbagai macam rumus yang berbeda, nangkring (?) di papan tulis kelas mereka.
Banyak anak yang menggerutu dalam hati karena tidak mengerti dengan deretan rumus yang membuat kepala pusing 7 keliling dan itu angka-angka yang sangat asing. Baru saja mereka naik kelas dan baru saja pembagian kelas dimulai. Tapi kenapa langsung belajar?
Ralat, mereka bukan belajar, hanya perkenelan dengan beberapa deret rumus yang akan mereka dalami untuk kelak. Karena ini hari pertama menjalani aktivitas sekolah setelah libur 3 minggu yang lalu. Jadi kesimpulannya, ini hanya perkenalan!
Bahkan penerimaan murid baru dan masa orientasi siwa bagi kelas X belum dilaksanakan. Hah! Bagaimana tidak, SMA mereka adalah SMA TERFAVORIT DISURABAYA. Dan mereka harus rela menuruti peraturan itu. Masalah otak? jangan ditanya, walaupun tidak mengerti, otak mereka semua encerrrr buangett!
Tapi keadaan mereka –siswa kelas XI IPA-2- sangat mengenaskan. Keadaan mereka sangat memprihatinkan. Muka yang kusut, rambut yang udah berantakan, dan mata yang sudah berubah menjadi 5 watt akibat pelajaran matematika!
Tidak seperti keadaan teman-temannya yang memprihatinkan, gadis mungil nan manis ini sudah terbang ke alam mimpinya. Menemukan sesuatu yang begitu menarik sehingga membuatnya enggan untuk bangun.
Ini memang kebiasaannya. Ia tidak pernah memperhatikan pelajaran dengan baik. Bukan karena sombong, bagi gadis itu, memperhatikan pelajaran tanpa konsentrasi sama sajja membuang-buang waktu luang. Sepertinya nasib ify sedang tidak baik hari ini. Ia tertangkap basah sedang terlelap saat jam pelajaran.
”alyssa! Cepat maju kedepan! Kerjakan soal itu! Sekarang!”ify menghembuskan nafasnya kuat-kuat. Dengan hati yang setengah tidak ikhlas, ify bangkit dari bangkunya dan berjalan menuu papan tulis putih itu.
Dengan lancar ify mengerjakan soal yang diberikan bu ucii. Ketahuilah, alyssa saufika umari adalah seorang most wanted girl SMA NUSA BANGSA, yang otaknya sangat encer! Bahkan saat tidur pun, ia masih bisa meresap ilmu yang diberikan oleh guru mattematikanya.
”srett..”ify menggoerskan angka terakhirnya dna kembali ketempat duduknya. Shilla, teman sebangku ify. Gadis berambut panjjang itu hanya bisa membulatkan mataya. ”cxcxcx, hebat lo fy!” pujinya antusias. Begitu juga dengan teman-teman sekelasnya yang syokk sekali!
Bu uci memberikan uplus untuk ify. Ia menyatukan kedua telapak tangannya dan menepukkannya beberapa kali. Kegiatan itu juga dilakukan seisi kelas XI IPA-2. ify hanya tersenyum tipis menanggapi kelakuan guru dan teman sekelasnnya. Setelah itu, mereka melanjtkan pelajaran.
Setelah sekitar 2 jam penuh menguras otak untuk menaklukan berbagai rumus, malaikat penyelamat datang menyelamatkan seluruh siswa-siswi yang sudah ’hidup segan, mati tak mau’. Oke, pelajaran metematika kelar hari ini!
”oke anak-anak, pelajaran kita sudahi sampai disini, saya permisi.” bu ucii pergi meninggalkan kelas yang semakin sepi itu. Shilla dan ify, 2 teman sebagku yang berbedaa 180 derajat. Ify,nggak suka ngomong dan cuma ngomong kalau ada perlu aja.. shilla, cewek modis yang sangat modern. Selalu ngikutin gaya dan trenn. Dia juga ceplas-ceplos dan sangat bawell!
Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengganggu mereka. ”hhe :D fy, gue kekantin ya, laper.”ify menoleh sekilas lalu mengangguk dengan muka tanpa ekspresi. Entah kenapa, pikirannya melayang kekejadian di ruang kepsek pagi tadi.
Poni, bagian rambut yang sangat penting untuk cewek menambah kecantikkan mereka. Tapi pada saat belajar, poni sangat mengganggu. Maka itu, ify menjepitkan sebuah jepitan putih pada poniya. Tapi tunggu, kenapa poninya berkibaran begitu bebas sekarang?
Ify meraba kepalanya. Benar! Jepit itu jatuh entah kemana, ify mencoba mengingat berbagai kejadian yang ia alami tadi pagi. Tapi tiba-tiba sebuah langkah kaki membuyarka lamunannya.
”fy..”suara yang ify dengar begitu lirih. Mungkin orang itu takut pada ify? Siapa yang tahu? Ify menoleh kesamping dan sangat terkejut saat tahu siapa yang ada disampingnya saat ini.. tapi ify berusaha keras bersikap biasa saja.
@@@@
Sejak masuk tadi, gabriel sudah tidak berkonsentrasi dengan pelajaran bahasa idonesia kelas XIInya yang sedang ia jalani saat ini. Pikirannya terus saja terbang kemana-mana. Dan slalu berhenti di tempat ify. Kenapa gadis manis itu?
Lewat sudut matanya, rio melihat kegelisahan gabriel sambil terkikik geli. Tak jauh berbeda dengan keadaan kakaknya, rio juga tampak gelisah. Tapi setidaknya rio lebih pintar menyimpannya dibanding gabriel. Kalian tahu apa yang membuatnya gelisah? Yah, jepit rambut milik perempuan tadi.
Apa rio gelisah karena ia ingin tahu siapa pemilik jepit itu? Apa rio gelisah memikirkan bagaimana caranya tau siapa pemilik jepit itu? Apa rio gelisah memikirkan bagaimana wajah perempuan berambut lurus itu? Tidak! Rio bukan gelisah akan hal itu. Ia gelisah karena jepit rambut yang ia temui itu menusuk pahanya.
Dengan gerakkan cepat, rio memindahkan jepitan putih berhiasan kupu-kupu itu kesaku bajunya. Sepertinya ini lebih baik. Sekilas gabriel melihat rio memasukkan sesuatu di kantong bajunya tak tahu pasti apa itu. Tapi benda itu berwarna putih berhiasan kupu-kupu.
Hei! Sejak kapan rio menyukai kupu-kupu? Apa jangang jangan rio... baru saja gabriel ingin bertanya, tapi suara bel tanda istirahat itu membuat gabriel mengurungkan niatnya. Dan memaksanya unntuk segera membereskan buku-bukunya dan segera keluar kelas. Tak peduli dengan tatapan heran bu winda yang belum keluar kelas.
Gabriel berlari kecil untuk segera sampai kekelas yang ia tuju. Dimana seorang gadis yang sangat ingin ia temui berada. Sesampainya dikelas, iyel melihat gadis ’itu’ duduk sendiria sambil sesekali memegangi kepalanya. Gabriel tak tau apa yang dilakukan gadis ’itu’. Perlahan, dilanjutkan langkahnya menuju meja gadis itu.
”fy..”panggilnnya lirih. Ia takut kalau saja ify emosi saat melihatnya ada disini. Tapi dugaan gabriel salah besar! Gadis itu menoleh sebentar dan sekarang memasang ekspresi datar yang tidak bisa ditebak (?) gabriel menghela nafas sesaat.
”lo kenapa?”gabriel langsung to the point. Karena tahu ify tidak suka basa basi. Ify menatap gabriel heran, seakan berkata –gue?-kenapa?-gue-baik-baik-aja-kok-. Gabriel yang tau apa arti dari tatapa ify hanya bisa mendengus kesal.
”oke, gue to the poit aja! Tadi lo keruang kepsek kan?”kini posisi gabriel telah berhadapan dengan ketua osis SMA NUSA BANGSA itu. Menatap wajah tirusnya dengan seksama dan begitu dalam.
Ify? Masih dengan ekspresi yang tidak terbaca. Ify memang sudah menduga sejak awal. Pasti gabriel tidak akan melepaskannya begitu saja. Ify menghela nafas dan baru saja ia ingin membuka mulut. Tapi diurungkan niatnya karena suara speker kelas ify yang menggema.
”selamat pagi anak-anak, salam sejahtera bagi kita semua. Mohon maaf ibu mengganggu jam istirahat kalian. Ibu hanya ingin memberi tahu, kepada seluruh pengurus osis harap berkumpul diruang osis sekarang juga. Atas perhatiannya ibu ucapkan terima kasih. Selamat siang.”
Begitulah isi pengumuman yang disampaikan ibu sam kepada seluruh pengurus osis. Ify tersenyum masam. Buru-buru ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan gabriel yang masih terpaku ditempatnya.
Ify meninggalkan gabriel tanpa sepatah kata pun. Entahlah, sekarang ia sedang tidak ’mood’ untuk bicara. (memang tidak pernah mood, mungkin?). ify beralan dengan gayanya yang selalu cool dan jutek. Tidak terlalu senang menebar senyuman untuk orang lain.
Gabriel melengoss, hah! Sudahlah, ini memang ify yang ia kenal. Tak pernah mau berbagi cerita, sekalipun orang itu adalah orang terdekatnya! Gabriel memutuskan untuk pergi ke kantin, karena perutnya yag mulai keroncongan.
@@@@
Berbeda dengan gabriel, rio hanya menyendiri dikelas ’barunya’ sambil memandangi jepit putih bermotif bunga dan berhiasan kupu-kupu itu. Pikirannya melayang pada kejadian pagi tadi, dimana ada gadis cantik yang menabraknya memarahinya.
Tanpa sadar, sebuah senyum (yang terlihat samar) merekah diwajah tampan itu. Gadis yang benar-benar gila menurut rio. Tiba-tiba pundaknya dipukul pelan seseorang dan sontak rio menoleh.
Seperti biasa, memasang wajah dingin dan angkuh. Orang itu tersenyum tipis pada rio, yang dibalas tatapan tak suka rio. “gue alvin” lelaki itu mengulurkan tangannya mengajak rio kenalan. Sesaat rio menatap pemuda itu.
Sambil tersenyum penuh misteri, rio menyambut uluran tangan alvin. “gue mario, panggil aja gue rio” nadanya tak terdengar bersahabat, tapi tak membuat alvin meninggalkannya. Alvin malah sibuk memandangi jepit yang sedang dipegang rio.
“punya cewek lo?”tanyanya heran. Rio menggelng kcil, tapi mampu mengatakan bahwa itu mewakili jawaban rio dengan kata ‘bukan’ atau ‘tidak’ atau bahkan ‘ngga’ alvin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
“ke kantin yuk?” ajak alvin ramah, tapi rio menolak dengan halus. Takut kalau dengan keadaan biasa, alvin tidak ingin berteman dengannya lagi.
“nggak, makasih.. gue udah kenyangg!”SPJ, Singkat Padat dan Jelass! Rio mengatakan tanpa basa-basi! Dasar cowok irit! Batin alvin kesal.
“yaudah, gue deluan!”
Sepergian alvin, rio beriat untuk keperpustakaan mencari buku biologi yang (memang) belum dibagikan. Diperjalanan menuju perpustakaan, rio melihat ‘gadis’ yang tadi pagi ditabraknya lewat dengan sangat santai.
Gadis itu bersikap seperti ‘tidak ada apa-apa pagi ini’rio tersenyum meremehkan, tak ada yang tahu isi hati rio. Dan entah setan apa yang merasukuki tubuh dan pikirannya untuk membuat ify bertekuk lutut padanya. Dan rio kembali pada tujuan awalnya, keperpustakaan sekolah!
Sampai diperpustakaan, rio melepas kedua sepetunya dan mulai hanyut dalam suasana hening. Ia berkeliling mencari buku yang ‘menarik’ untuk dibacaa. Saat tiba di barisan ke dua perpustakaan, rio melihat seorang gadis cantik sedang melompat-lompat.
Gadis itu sedang berusaha mengambil buku yang terletak di rak paling atas. Rio tersenyum datar melihatnya. Lucu. Rio berjalan menghampiri gaadis itu dan mengambilkan buku yang diinginkan gadis itu.
’cinta indonesia’ itulah judul bukunya. Gadis itu menerimanya dengan mata tak berkedip. Masih dengan menatap rio yang.. hmmm.. tampan menurutnya. Rio yang dilihat begitu merasa risih dan menoleh.
”nggak tau terima kasih” sindir rio pelan. Masih dengan gayanya yang sangat mempesona. Dan dengan ekspesi datarnya, rio berjalan mengelilingi rak-rak buku diperpustakaan yang besar itu.
Gadis putih nan manis itu sadar lalu berlari kecil menghampiri rio. ”terima kasih kak.. ” katanya tulus. Rio mendesah. Lalu berjalan lagi meninggalkan gadis itu sendirian. Gadis itu menatap punggung rio yang hampir hilang ditikungan. Masih dengan tatapan bingung dan penasaran.
Tiba-tiba gadis itu menepuk jidadnya sendiri.”astaga! Hari ini ada rapat osis!”gumamnya. Selesai mengingatkan diri, gadis manis itu buru-buru berlari keluar perpustakaan dan langsung melesat ke ruang osis.
@@@@@
Di ruang osis,,
Seluruh anggota osis sudah berkumpul dengan sangat lengkap! Tak lupa pembina osis yang selalu ada. Tapi tidak saat rapat-rapat osis biasa. Ibu evalina. Guru paling cantik dan modis di SMA NUSA BANGSA.
Ibu eva memang tampak muda. Tapi sebenarnya sudah memiliki keluarga. Anggota osis langsung menyambut ibu eva dengan sangat riang. Apalagi yang cowok! Ngeliat cewek matanya langsung hijau! Nggak peduli statusnya. cxcxcx
”oke, anak-anak. Kita mulai saja rapat ini. Kita rapat mengenai masalah Masa Oriantasi Siswa {MOS} kelas X. Ketos sudah siap?” ibu eva memang sangat perhatian pada murid-muridnya. Tak heran kalau banyak para murid yang sangat mencintainya.
Ify menarik ujung bibirnya kiri kanan. Berusaha membentuk seulas senyum tulus. Tapi hasilnya hanya sebuah garis lurus yang terlihat. ”sudaah bu” jawabnya sopan. Oke, sekarang masing-masing pengurus osis menempatkan diri di bangku masing-masing.
Ify membuka rapat dengan do’a dan berbagai instruksi. Bu eva mengamatinya dengan bangga. Bangga karena memiliki anak didik yang bersifat pemimpin seperti ify. Walaupun sebenarnya ify tidak ramah.
”oke teman-teman, kita mulai dari pembagian panitia mos. Saya akan sebutkan nama-nama orangnya sesuai kelompok. Kelompok 1 beranggotakan. Angelica, nova, rizky, lintar, debo, dan zahra.” ify menarik nafas sejenak dan segera melanjutkannya.
”Kelompok 2 beranggotakan. Saya, sivia, ashilla, septian, goldi, dan patton.” ify menjelaskan hingga semua anggota osis mendaoat bagian mereka masing-masing. Sekarang ia bangkit menuju white board yang tersedia.
”oke, sekarang kita bahas kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan untuk MOS besok.”ify mulai menyoretkan pendapat-pendapat temannya. Ada yang mau adik kelas bawa snack banyak, ada yang mau adik kelas didandani ancur-ancuran, dan sebagainya.
Ify sampai terkikik melihat coretan-coretan dipapan tulis. Tapi bukan tertawa dibibirnya, tapi dimata beningnya. Bibir dan wajahnya masih kaku dan datar. Sivia sedari tadi tidak membuka mulut atau sekedar protes. Dari tadi ia hanya melamun memikirkan kakak kelasnya yang tampan tadi.
Seketika melihat kebelakang, ify mendapati sivia sedang melamun sambil senyum-senyum sendiri. Zevana yang ada disebelah sivia mencoba untukkan menyadarkan gadis berlesung pipit itu.
”vi, ify ngeliatin lo tuh!”zevana sedikit berbisik karena takut ada yang mendengar omongan mereka. Sivia masih saja senyam-senyum nggak jelas. Ify menatap tajam sivia. Aura kemarahan tampak jelas dimatanya.
”sivia! Kenapa kamu?!”suara lantang ify keluar. Sontak membuat seisi ruangan kaget dan menoleh ke salah satu siswi yang disebut namanya tadi. Sivia langsung sadar dari lamunannya dan menatap ify dengan tatapan memelas.
”eh?”
”maaf fy, nggak konsen.”suaranya bergetar. Entah karena takut atau kaget. Zevana menghembuskan nafas panjang. Ternyata bisikannya tadi tak didengarkan oleh sivia. Ify mendengus dan kembali dengan aktivitasnya.
”oke, sekarang kita atur jadwal kegiatannya. Hari selasa –besok- pengenalan gedung sekolah dan nama adik-adik kelas. Hari rabu, kita kerjain adik kelas habis-habisan *?*. dan hari jum’at, kita kasih mereka tanda tangan dengan berbagai tantangan.” ify menarik nafas sebentar lalu..
”dan hari sabtu adalah mos terakhir yang kita gunakan untuk demo ekskul.”ify selesai membacakan rentetan kegiatan mos anak-anak kelas X. Lalu ia memimpin do’a. Lalu menutup rapat siang itu dengan hormat.
”oke, saya rasa cukup. Rapat siang ini saya tutup. Selamat menjalankan tugas dan selamat siang.”
”siangg!!”koor yang lainnya.
Bu eva menghampiri ify dengan senyuman mautnya. Yang mampu membuat ana-anak cowok tertarik. Tapi sayang, bu elva sudah mempunyai anak 2 orang yang sangat jenius. 2 anak laki-laki kembar tampan yang sudah menduduki bangku kelas XII-IPA-1.
Irsyad dan arsyad. Anak laki-laki yang berperawakan tinggi kurus dan memiliki kulit hitam maniss. Ify membalas senyum bu eva dengan sekuat tenaga. Tapi sekuat tenaga ify menarik bibirnya, semakin sulit sebuah senyuman itu terbentuk. Jadilah terlukis garis lurus dibibir mungi ify.
”ify, ibu mengucapkan terima kasih banyak pada kamu. Kamu sudah banyak membawa kemajuan sekolah kita”jelasnya panjang lebar. Masih dengan senyuman yang tak kunjung hilang. Diam-diam ify menghela nafas berat.
”iya buk, itu sudah kewajiban ify sebagai ketua osis.”berbeda dengan nada bicara bu eva, suara ify nyaris terdengar seperti paksaan. Mungkin hanya karena ’sedikit’ ketulusan hati, jadi nadanya tidak terlalu ’terdengar’ seperti paksaan.
”yasudah, sekarang jam bebas, jadi tolong kamu umumin lewat speker mic diruang osis ya?”
Ify tersenyum –lagi- dan yang kali ini benar-benar terlihat sangat terpaksa. Hmm, disatu sisi, ify sangat ikhlas mengerjakan tugas-tugasnya, tapi senyuman manis itu tidak mudah untuk ia persembahkan. Entahlah, apapun masalahnya, ify tak mau cerita.
”oke, ibu pamit.”setelah mengucapkan 2 kata itu, bu eva langsung pergi meninggalkan ify yang masih menatap kepergiannya dengan serius. Ify menghela nafas. Harinya serasa berat tanpa wanita paruh baya yang selalu menemaninya itu.
Kita harus bisa menerima setiap kenyataan yang ada. Baik maupun buruk. Karena semua adalah takdir tuhan yang memang tak bisa diganggu gugat. Ify menarik nafas panjang. Mengisi paru-parunya yang kini terasa sesak. Dan menghembuskannya dengan kasar.
Tiga tahun sudah ia menahan rasa sakit itu. Membiarkan luka besar dihatinya mengering dengan sendirinya. Setelah mengenang kesedihannya, ify segera pergi menuju ruang osis dan memberi pengumuman yang tadi di suruh ibu eva.
Ditempat lain...
Rio sedang sibuk mencari buku yang bisa menarik perhatiannya untuk dibaca. Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang berasar dari speker perpustakaan. Suara itu... rio tersenyum sinis mendengar suara gadis yang membuatnya penasaran itu.
Walaupun baru bertemu 1x (dan di ruang kepsek rio tak menyadai kehadiran ify). Rio pergi menelusuri setiap celah lemari mencari buku-buku yang –sekali lagi- menarik. Saat menarik salah satu buku –yang judulnya entah apa- rio melihat sebuah lapangan basket.
Lagi-lagi rio menarik ujung ibirnya. Memberi sedikit senyuman. Entah senyum apa yang ia berikan, dan untuk apa senyum itu ia ciptakan. Dengan langkah cepat, rio keluar perputakaan dan langsung memakai sepatunya lagi.
Berlari ke kelas sebentar untuk mengambil ola basket yang sengaja ia bawa. Karena kalau sedang galau atau (teman-temannya galau) menghampirinya, rio langsung melepaskan seluruh emosinya pada basket.
Dengan santai rio berjalan melewati daerah kelas X. Dan membuat gempar gedung sebelah selatan itu. Berjalan dengan gaya alami yang tak ia buat-buat. Menegaskan bahwa inilah dia! Inilah rio!
Dikantin...
Gabriel mencari-cari tempat kosong untuk tempatnya makan dan menyesap segelas es jeruk segar. Tak ada satupun ruang dikantin itu! Semua penuh! Seketika menemukan satu meja disudut kantin yang kosng. –padahal jelas ada orang-
Gabriel menghampiri gadis putih itu. Gadis itu sedang menatap lurus kedepan. Sambil mengaduk-aduk es teh manis yang ia pesan tadi. Perlahan gabriel duduk didepan muka gadis itu. Dan tersenyum.
Aaaaaa! Kak iyell! Please deh, jangan senyumm! Gadis itu berteriak meruntuki gabriel. Kenapa lelaki tersenyum padanya? Sudah bisa ditebak! Nanti malam gadis itu tidak akan bisa menutup matanya dengan tenang.
”hei!”gabriel melambaikan tangannya didepan muka gadis itu. Heran dengan sikapnya yang tiba2 jadi diam menatapnya. Gadis itu tersentak dan kembali kedunia nyatanya. Dengan kikuk ia beusha mengeluarkan kata-kata.
”boleh gue duduk sini kan?”gabriel segera mematahkan rencananya untuk bertanya. Dengan ragu ia anggukkan kepalanya. Dan jadilah gabriel duduk di depan mata gadis ini.
Gabriel pergi membeli makanan berat untuk melepaskan rasa lapar dari perutnya, dengan satu tangan jugaa memegangi es jeruk yang ia pesan tadi. Gabriel mengambil posisi yang sama dengan tadi.
”oh yo,nomo lo sopo?”gabriel bertanya dengan mulut penuh engan nasi goreng masakkan pak kumis. Gadis itu menatapnya heran dan tiba-tiba ia tertawa. Kecil memang, tapi cukup membuat gabriel terdiam dan tanpa sadar menghentikan aktivitasnya.
”kakak ngomong apa sih? Makan dulu aja, baru ngomong.”ucapnya lembut. Masih dengan sisa-sisa tawa gelinya itu. Gabriel masih tak bergeming. Ia menatap gadis dihadapannya tanpa kedipan.
Risih diliat seperti itu, gadis tadi melambaikan tangannya didepan muka gabriel –yang kini masih terdiam- ”kaka? Kakak kenapa?” kedua mata lembut itu menatap gabriel penuh perhtian.
”eh..? gue? Gue kenapa? Nggak papa kok. Oh iya, nama lo siapa?”gabriel menyerang gadis itu dengan pertanyaan yang tak ada ujungnya #penulismulailebe!. Mata indah gadis itu makin membuatnya tambah cantik!
”ooh, aku shilla kak kelas XI-IPA-2 kak. Shilla melontarkan jawabannya dengan sangat ramah. Baru ingin menyampaikan kalimat terakhirnya,gabriel memotong kalimat gadis itu.
”cukup,,cukup. Gue Cuma nanya lo kan? Bukan kelas lo?”lagi-lagi pertanyaan konyol!!
Gadis itu terkikik untuk yang kedua kalinya. Tapi sekarang lebih gila lagi, sampai-sampai ia memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa. Gabriel semakin terpukau. Tiba-tiba gabriel menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
Samar-samar ia tidak mendengar tawa shilla lagi, gabriel membuka matanya dan menatap gadis itu heran dan sebaliknya.
“ada lagi yang kakak mau tanya?”
”ah iya! Nggak usah pake aku-kamu ya, kayak orang pacaran aja. Panggil gue-elo ajaa.”Santai tapi membuat gadis dihadapannya mengerutkan kening.
”pacaran?”tanya shilla. Sedikit memiringkan kepalanya menatap gabriel. Gabriel jadi salting sendiri. Nggak tau kenapa baru pertama kali ketemu shilla –atau tepatnya baru kenalan- padahal shilla sering jalan bareng ify juga sering ketemu gabriel. Tapi gabriel nggak pernah menyangka kalau senyum shilla... semanis ini!
Shilla mengerutkan keningnya dan menyatukan kedua aliss. Menatap gabriel makin heran, karena posisi gabriel sekarang sedang congo ngeliatin dia. Shilla melambaikan tangan didepan muka tampan gabriel.
”kak..? kok bengong.?”kali ini gabriel tak merespons perkataan shilla. Malah menatap shilla dalam. Shilla jadi risih sendiri tapi seneng jugaa sih..
Tiba-tiba kantin yang tadinya nggak terlalu berisik, sekarang berubah jadi kayak pasar yang ada justin bieber nya.. shila menatap salah satu teman sekelasnya heran. Gabriel baru sadar.
“kenapa ik?”tanya shilla pada oik. Salah satu teman sekelasnya.
”itu, tadi ada pengumuman dari ify. Kalo hari ini jam bebas dan besok sampe 3 hari berikutnya mos anak kelas X”jelas oik panjang lebar. Shilla menggut-manggut, dia emang udah tau dari tadi. Kan dia anak osis..
“oh, yaudah makasih ya ik”oik mengangguk dan langsung bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain. Shilla mengalihkan pandangannya pada gabriel yang saat ini telah menyuapkan sendok terakhirnya.
“kak, jam bebas nih, basket yuk?”hampir saja gabrieel tersedak mendengar ucapan shilla tadi. Wah,, ini sebuah tantangan dah.. gabriel tersenyum. Hampir saja tawanya meledak mendengar ucapan shilla.
“emang lo bisaa?”shilla cemberut mendengar ucapan gabriel. Ya bisalah!! Shilla kan khursus sama kakaknya. Dan latihan ’menyendiri’ itu hasilnya lebih bagus dibanding rame-rame.
“ngeremehin nih ceritanya?”shilla melipat kedua tangannya dan menutup kedua matanya. Masih tetap menghadap gabriel.
Kali ini tawa seorang gabriel meledak. “hhahhaa, udah shill becandanya. Gue nggak tahan! Sakit perut!”shilla jadi tambah jengkel ngeliat gabriel yang tertawa terbahak-bahak.
“aku nggak bercanda kakak!! Ayo kita buktiin siapa yang menang! Yang kalah harus nurutin perintah yang menang!”lagi-lagi shilla menantang gabriel dengan sangat percaya diri. Tawa gabriel berhenti, tapi masih terkikik melihat ekspresi wajah shilla seperti anak kecil kehilangan balon.
“okee! Siapa takuut?”gabriel bangkit dan berjalan mendahului shilla. Shilla mengekor dibelakang gabriel dengan gaya –yang dipasang- angkuh. Tiba-tiba gabriel berhenti. Shilla terbelalak.
Tanpa sempat meng-rem langkahnya. Gabriel berhenti dan alhasil mereka jadi tubrukan.
“kakak! Kalo mau berhenti bilang dong! Bikin kaget gue aja lo!”shilla nyolot sambil mengelus dahinya yang terkena punggung kokoh gabriel. Lagi-lagi gabriel terkikik geli.
“lo mau tanding pake rok?! Nggak takut jatoh lo?”
“ya nggak pake rok lah! Tadi gue udah janjian sama ify bakal tanding basket kalo ada jam bebas, makanya gue bawa seragam basket!”shilla semakin dongkol ngeliat gabriel yang sepertinya tidak mau mengakui kemampuan shilla.
“oh, okee”
@@@@
Ify berjalan tanpa beban kearh kamar mandi wanita untuk mengganti pakaiannya dengan seraga basket. Yah, karena dia sudah berjanji akan bertangding habis-habisan dengan shilla.
Tak lama,ify keluar dengan kaus putih dibalut seragam basket berwarna biru. Dan bola orange di tangan kirinya. Rambutnya ia satukan membentuk ekor kuda. Lalu dengan santai ia menuju lapangan basket yang diterangi matahari pagi.
Matahari baru muncul sekitar 10 menit yang lalu, karena hujan semalam mengakibatkan matahari tak bisa terbit sesuai rencana.
Setelah sampai dipinggir lapangan, ify melakukan pemanasan. Berlari kecil mengelilingi lapangan basket yang besar itu. Melakukan berbagai gerakkan pemanasan untuk me-rileks kan tulang dan ototnya.
Ify melakukan pemanasan dengan sangat baik. Setelah merasa pemanasannya cukup, ify berjalan kearah pinggir lapangan –karena tadi dia sedang berlari mengelilingi lapangan-
Tanpa disangka-sangka, ia telah menemukan cowok yang tadi pagi membuat moodnya hilang. Cowok itu sudah lengkap dngan seragam basketnya, peluhnya sudah bercucuran. Akibat pemanasan mungkin?
Ify berjalan ingin mengambil bolanya. Tapi dengan gerakkan lebih cepat, cowok itu merebut bola ify, sambil tersenyum meremehkan. ”balikkin bola gue!” ify berusaha keras merebut bolanya dari rio –cowok tadi-
”mau bola?! Kalahin gue dulu!” rio berjalan dengan santai ketengah lapangan dan melempar bola miliknya ke pinggir lapangan. Bertanding dengan bola milik ify. Ify menatap rio dengan aura neraka. Tapi rio tetap cuek. Ia men-drible bola dengan santai
Tiba-tiba ify tersenyum sinis. ”hah! Lo pikir lo bisa ngalahin gue? Mimpi lo!”ify berteriak sekencang mungkin . agar rio mendengar perkataannya tadi. Rio menghentikan aktivitasnya dan menghampiri ify.
”oke, yang kalah mesti minta maaf sama yang menang!”bisikkan memang, tapi tantangan berat untuk ify. Lagi-lagi ify tersenyum sinis. Menatap punggung rio yang baru saja meninggalkannya.
’lo pikir lo bisa?! Belagu amat lo?!’ify memaki rio dengan sangat-sangat tak suka. Oke, sekarang rio menunjuk salah satu anak basket dan memintanya menjadi juri pertarung dan anak itu mulai melempar bola keatas dan.. plaakk’
Bersambung..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar