Minggu, 18 September 2011

Dia Cuma But Gue Part 1

Pagi ini terasa sangat sejuk. Hujan semalam mengakibakan jalanan jadi becek sekaligus membuat udara lebih segar. Karena semua debu polutan dijalan raya. Embun pagi di daun-daun dan bunga-bunga juga belum hilang. Menunjukkan bahwa saat ini tak wajar untuk seorang pelajar bangun dari mimpinya. Tapi seorang gadis manis sudah bersiap untuk berangkat kesekolah tercintanya. Gadis itu sudah rapih dengan rok putih abu-abunya.
 
Gayanya yang khas juga menambah kecantikannya pagi ini. Rok yabu-abu panjang menghiasi tubuh mungilnya. Dan rambut yang dibiarkan tergerai dengan pita putih yang ikut menghiasi rambut panjangnya. Tak lupa kacamata bulat setengah petak (?) dan tumpukan buku yang ia pegang untuk mengurangi berat tasnya.
 
Dengan santai tapi pasti, gadis itu menuruni bebrapa anak tangga hingga sampai ke ruang makan. Masih dengan gayanya yang tadi ia perlihatkan, gadis itu menuju salah satu bangku dan menariknya keluar untuk ia duduki. Ia mengambil 2 potong roti dan mengoleskan selai kacang kedalamnya. Dan sesaat kemudian ia menyantap roti buatannya itu. Tiba-tiba sebuah suara memaksanya untuk menghentikan aktvitasnya dan menoleh ke arah sumber suara.
 
”pagi bener fy? Kesambet lo?”suara itulah yang mengejutkan gadis itu. Suara via. Adik semata wayangnya yang duduk di kursi kelas 2 SMA mereka kembar, tapi ify lebih dulu lahir 5 menit dari via. Gadis itu mendelik dan sesaat kemudian melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
 
”hari ini ada rapat osis. Sebelum bel masuk, jadi kudu dateng pagi”gadis itu menjawab tanpa menoleh ke arah adiknya sedikit pun. Sejurus kemudian ia selesai sarapan dan segera menyambar susu putih yang sudah disediakan pembantunya lebih dulu.
 
”gue duluan ya!”setelah menghabiskan susunya tanpa sisa, gadis itu menyambar tasnya dan bergegas pergi meninggalkan adiknya dengan berbagai pertanyaan di otaknyaa. Setelah melihat badan mungil kakaknya hilang ditikungan,via mengambil 2 potong roti dan mengoleskan selai strowberry dan menyuapkannya.
 
Gadis itu, kakak semata wayangnya yang beberapa buklan ini membuatnya benyak pikiran. Dia –gadis itu- alyssa atau lebih akrab dipanggil ify, seorang gadis remaja yang cuek, jutek, dan sangat tidak peduli dengan sekitarnya.
 
Setelah selesai menghabiskan rotiny tanpa sisa dan menyedot habis susunya, via menyambar tas sekolahnya yang tergantung rapih di ats kursi tempatnya makan. Mengambil kunci mobilnya dan segera pamit pada pembantunyaa.
 
”bi,via pergi dulu ya.”pembantu itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tanda ia mengizinkan nyonnya mudanya untuk pergi menuntut ilmu.
 
 
@@@@@@@
 
Sampai disekolah, lyssa langsung memarkirkan mobil mewahnya ditempat parkir. Setelah selesai memarkirkan dan mengunci mobilnya,ify berjalan menuju ruang osis. Gayanya masih sama, cool dan sangat cuek. Kadang membuat seisi sekolah heran, kenapa ada cewek yang secuek ify? Sifat itu harusnya ada pada cowok, dan bukan cewek manis seperti ify.
 
Gadis mungil itu berjalan sambil sesekali bersiul. Menghirup udara pagi kota surabaya yang masih sedikit segar. Setelah berjalan sekitar satu menit, akhirnya ify sampai juga ke tempat tujuannya. Perlahan, diputarnya kenop pintu ruang osis itu. Masih sepi, belum ada seorang pun yang datan. Ify melengos. Ia berjalan menuju lemari tua yang menyimpan profosalnya.
 
”males banget mereka!!”keluhnya kesal. Bagaimana tidak, waktu yang sudah disepakati adalah jam setengah tujuh kurang sepuluh menit. Ify berkali-kali membolak-balik tumpukkan kertas yang ia pegang. Sudah 10 menit ia menunggu rekan-rekan osisnya. Tapi belum ada satupun yang memperlihatkan batang hidung mereka.
 
”mereka kemana sih!?”lagi-lagi ia menggerutu. Benar-benar membuat mood tidak baik. Ify berjalan untuk keluar dari ruangan itu. Berjalan dengan santai dan wajah yang tidak bersahabat. Ingin sekali ia menimpuk rekan-rekan osisnya itu satu persatu. Dengan gerak cepat, ia membuka knop pintu ruangan dan...
 
Karena buru-buru dan sangat tidak suka dengan cara teman-temannya, ia tak menyadari ada seorang laki-laki jangkung yang sedang berjalan. Dan bersamaan dengan itu, ify menabrak tubuh jangkung itu dan membuatnya sangat kaget serta menambah rasa kekinya.
 
”jalan liat-liat dong!”cerca ify. Adarkah gadis ini ? yang harusnya bilang begitu adalag lelaki jangkung tadi. Dengan rasa yang sangat kesal, gadis itu berdiri dan membersihkan rok panjangnya dengan muka yang ditekuk.
 
Karena tidak terima, pemuda berbadan jangkung yang tegap itu menatap gadis didepannya –ify- dengan rasa kesal dan sangat tidak terima. Disunggingkannya sebuah senyum meremehkan dari bibirnya. ”lo masih waras kan ?! ” mendengar pertanyaan yang –menurutnya- meremehkan, ify jadi ikut tersenyum masam pada pemuda itu.
 
” emang kenapa ?! ” tanya ify sambil mengancak pinggangnya. Jujur, ia sangat tidak suka diremehkan ! apalagi dengan orang yang tidak ia kenal sama sekali. ”lo mau maki gue ?! iya ?! ” lanjutnya dengan suara yang sudah melewati batas untuk bicara 4 mata.
 
Pemuda itu tersenyum sinis –lagi- menatap gadis yang ada didepannya saat ini, dari atas sampai bawah, dan dari bawah sampai atas lagi. ”nggak ada gunanya adu bacot sama cewek gila kayak lo ! ” kata cowok itu, seraya pergi meninggalkan ify yang masih sangat kesal dengan sikap kasar pemuda tadi !
 
Ify memunguti bukunya yang berserakkan di lantai, akibat kejadian tabrak lari tadi #abaikanpenulis# sambil menggerutu kesal. Berbagai cacian ia tunjukkan untuk pemuda tadi walaupun orangnya tidak berada disini, tapi setidaknya mengurangi rasa kesal yang ada.
 
Tiba-tiba seorang lelaki hitam manis menghamirinya, sambil berusaha untuk membantu ify. ”gue bantu fy” dengan sangat gesit, cowok itu membereskan buku-buku ify yang berserakkan. Ify tersenyum simpul.
 
”thanks kak” kata ify tulus. Sedikit cerita, cowok manis yang membantu ify tadi adalah kakak kelasnya yang bernama gabriel. Dia mantan ketua osis sekolah NUSA BANGSA. Dan kedudukannya digantikan oleh ify sekarang. Karena itu, mereka menjadi sangat dekat dan akrab. Hanya pada gabriel ify bersifat berbeda. Sifatnya bertolak belakang 180 derajat. Entah apa alasannya.
 
Dengan keadaan kedua tangan yang dimasukkan kedalam celana seragamnya, gabriel berdiri. Sebuah tas selendang (?) menghiasi tubuh tegapnya. Ify ikut berdiri dan menyusul gabriel yang sudah berjalan terlebih dahulu.
 
”muka lo kenapa? kok ditekuk gitu ?” gabriel menoleh kearah ify, tapi sesaat kemudian mengalihkan kembali pandangannya pada kerumunan anak perempuan yang sibuk bergosip.
 
Ify menghela nafas dengan panjang. Membuat senyum tipis terukir diwajah tampan gabriel. ”rencananya gue mau rapat hari ini, pagi tadi. Tapi nggak ada satupun batang idung anak osis yang keliatan !” ify menceritakannya dengan berapi-api. Bukan rahasia umum lagi kalau kejutekan dan kedinginan ify hanya bisa hilang saat bersama gabriel. Semua orang tahu itu.
 
Sesaat ify menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar. *ganyante* ”udah gitu, ada cowok belagu lagi ! pas gue keluar ruang osis, eh dia nabrak gue, tapi yang lebih tepat gue nabrak dia ! bukannya malah minta maaf dia malah ninggalin gue dan buku-buku tebal ini! ”ify cerita beitu menggebu-gebu sambil menunjukkan buku-buku tebal yang ia pegang.
 
Gabril mengerutkan kening dan menyipitkan matanya. Apa ify udah gila? Yang nabrak dia, kenapa harus cowok itu yang minta maaf?. Gabriel menatap ify dengan sangat-sangat tidak mengerti. ”lo sedeng ya fy?” ify mengengkat alisnya. Kenapa dia jadi dibilang sedeng?
 
”apa?! Lo ngatain gue sedeng?! Orang itu yang sedeng!”ify berteriak dengan penuh emosi sehingga mengganggu ketenangan sekolah. Smua orang menatap kearah ify dan gabriel. Siapa yang tidak kenal mereka? Most wanted girl and boy SMA NUSA BANGSA.
 
”upss, sory ada kesalahan teknis. Lanjutin ajaa lagi.”gabriel menyatukan kedua telapak tangannya dan meletakkannya di depan muka. Sedikit membungkukkan badannya. Meminta maaf atas kesalahan yang dibuat ify. Ify? Dia mah cuek.
 
Setelah meminta maaf atas kesalahannya, gabriel menarik ify ketaman belakang sekolah, ”ih, lo kenapa sih kak?! Malu diliatin orang!!”seru ify. Gabriel terus menarik ify tanpa memperdulikan ocehan gadis cuek bin jutek itu *pissIFC :p* setelah beberapa menit berjalan dengan emosi, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
 
”bisa nggak sih, lo itu kalem?”gabriel mencerca ify yang bersikap tidak seperti biasaa pagi ini. Entah setan apa ang merasukinya. Yang tadinya jutek, diem, dingin dan kawan-kawan, jadi cerewet banget. Ify tidak menjawab, hanya memandang lurus kedepan. Ia sadar akan perubahannya hari ini.
 
”gue balik! Ada yang mau diomongin sama anak osis!!”kembali lagi dengan sifat aslinya. Gadis mungil nan manis itu pergi begitu sajaa dan meninggalkan gabriel dengan kening yang berkerut. Kenapa lagi gadis itu? Ahh, entahlah! Memang susah ditebak gadis itu! Setelah puas mengerutkan keningnya (?) pemuda jangkung hitam manis itu duduk disalah satu bangku taman.
 
Pemuda itu mengedarkan pandangan keseluruh taman sekolah dan berhenti disatu titik. Titik itu adalah seorang gadis manis dengan rambut lurus yang diikat ekor kuda, sedang tersenyum. Berjalan memasuki area sekolah, seperti biasa, gadis itu baru saja selesai memarkirkan mobil jazz silvernya.
 
Gadis itu tidak mirip sama sekali dengan kembarannya. Kembarannya yang jutek, ganas, dan nggak peduli. Dia? Gadis itu sangat ramah, mudah bergaul, dann.. lebih baik dari ify lah *pissLAGIIFC!!*
Badannya juga jauh lebih gede dari ify. Dalam arti, tidak sekurus ify.
 
Gadis itu berjalan dengan santainya, sesekali menyapa teman-teman yang ia kenal, kaakak-kakak kelas, bahkan seniornya. Lesung pipinya menambah hawa (?) ramah yang ia miliki. Sivia. Kembaran ify yang dari tadi menjadi obyek pengelihatan (?) gabriel. Sivia tidak menggunakan kacamata, tapi menggunakan lensa mata. (yang warna-warni itu loohh :o)
 
”susah, duduk disamping orang jatuh cinta”sindir seseorang. Gabriel tersentak, ia sadar dari lamunannya dan segera menoleh ke sebelah kanannya. Ternyata dia tidak sedang sendirian. Ada setan tak diundang sekarang. Iyel melengos.
 
”kenapa nggak ngomong kalo udah sampe?!”bukannya basa-basi dulu kek, atau menanyakan kabar, malah langsung diserang pertanyaan yang sama sekali nggak penting –menurut pemuda itu-. Sekarang gilian pemuda yang ada disamping gabriel untuk melengos.
 
”bukannya malah nanya kabar gue, malah maen serang ajaa lo!”cerca pemuda itu. Bagaimana tidak? Baru saja mengalami hal yang tidak diinginkan, sekarang ditambah saudara kembarnya yang tidak ramah! Gabriel menarik nafas panjang.
 
”oke, mario. Gue tanya, gimana kabar lo?!”ucap gabriel setengah tidak ikhlas. Ia benar-benar jengkel dengan saudara kembarnya yang gila ini. Mimpi apa, gu semalem. Sampe ketemu 2 orang yang sama anehnya. Gerutu gabriel dalam hati.
 
”gue baik, gabriel stevent! Lo aja yang nggak penah peduli sama gue!!”bukannya membalas degan nada yang lebih manis, tapi malah membalas dengan aura neraka *lah?. Betapa malang nasibku tuhann! Lagi-lagi gabriel mengeluh di dalam hati.
 
”udah tau kelas lo yang mana?”gabriel mencoba mengalihkan pembicaran. Karena sedang tidak ingin ribut dengan saudara kembarnya yang gila ini.
 
”belum, orang gue belum ke ruang kapsek kok.”ujarnya enteng. Sama sekali tanpa beban dan rasa bersalah, atau apalah itu. Gabiel terbelalak (matanya:p).
 
”jadi dari mana ajaa lo?!”posisinya tak lagi seperi semula. Sekarang ia telah berhadapan dengan saudara kembarnya yang bernama MARIO tadi.
 
”nyariin lo! Dodol amat sih!”ya, mario atau akrab disapa rio itu. Dia adalah twiin-nya gabriel. Mereka bisa dibilang kembar identik. Karena muka, warna kulit, tinggi, dan bentuk badan, bahkan rambut mereka, SAMA SEMUA! *hoorasss*
 
Rio, yang mempunyai nama lengkap mario stevano, adalah adik dari gabriel stevent. Rio baru saja pindah ke kota jakarta dengan selamat malam tadi. Karena mamanya –riel- pindah tugas lagi ke indonesia. Tadinya sih, rio sama mama dita tinggal di aussy. Dan rio sekolah disana. Sedangkan gabriel diindonesia bersama sang ayah.
 
“yaudah lah, dari pada adu bacot sama lo, yang ujung-ujungnya Cuma gue yang menang. Mending kita keruang kepsek sekarang.”akhirnya gabriel berdiri dan berjalan mendahului rio. Dengan gaya biasa, kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celana abu-abunya.
 
Rio mengekor dibelakang gabriel. Sama dengan kakaknya, rio juga memasukkan kedua tangan kedalam saku celana SMA nya. Dengan 2 kancing atas yang tidak tertutup mamamerkan kaus putih yang ada didalamnya. Dan tas yang sama persis dengan gabriel.
 
Rio seakan-akan menjadi bayangan gabriel. Yah, karena mereka sangat mirip begitu juga dengan gaya mereka. Banyak mata yang melihat rio dan gabriel heran. Kenapa bayangan gabriel menjadi nyata? Atau itu hanya perasaan mreka? Tapi... apa jangan-jangan gabriel punya jin?
 
Berbagai gosip hangat menyebar dari mulut satu ke mulut berikutnya. Gabriel dan rio merasa sangat risih. ”yel, disekolah lo nggak ada cowok cakep ya?”rio berbisik pada kakaknya itu. Agar tak ada yang mendengar kecuali mereka berdua. Gabriel mendengus.
 
”adalah! Gue?!”lagi-lagi dengan nada yang tidak bersahabat. Rio dan gabriel, mereka memang saudara kembar, tapi tidak selalu akur. Yang ada, mereka selalu aja berantem. Cuma akur kalo lagi dimarah sama papa mama mereka. Rio membuang muka. Enggan mengeluarkan jata-kata untuk membalas gabriel.
 
Taklama kemudian, mereka sampai diruang kepsek. Gabriel mengetuk pintu dengan sopan. ”masuk” terdengar suara seorang laki-laki paruh baya. Perlahan, gabriel memutar knop pintu. Kepala rio dan gabriel nongol dibalik pintu. Perlahan, iyel membawa rio masuk kedalam ruangan itu.
 
”permisi pak, saiia mau mengantar murid baru.” gabriel berdiri didepan kepala sekolah SMA NUSA BANGSA. Di depan kepala sekolah itu, ada seorang gadis yang sibuk membolak-balik kertasnya. Kening pak ahmad –kepala sekolah gabriel- berkerut. Memandang gabriel dan rio secara bergantian.
 
”eh? Kembaran kamu ya yel?”tanyanya heran. Gabriel terkekeh dan mengangguk, menjawab petanyaan pak ahmad. Gadis yang tadinya sibuk membolak-balik kertasnya, sekarang berhenti mendadak. Tapi hanya sesaat. Sedetik kemudian, ia melanjutkan aktifitasnya.
 
”oh, silahkan duduk.”kepala sekolah mempersilahkan murid barunya untuk duduk. Gadis yang duduk dibangku sebelahnya, tampak sangat gelisah. Buru-buru ia memunguti (?) berkasnya dan pamit.
 
”saya permisi pak.”tanpa menunggu jawaban, gadis itu lari dengan sangat tergesa-gesa, dan tanpa sadar menjatuhkan pita putih miliknya. Gabriel tampak bingung setelah mengetahui siapa gadis itu. Buru-buru ia mengejar gadis itu. Rio? Dia Cuma cuek bebek. Dipungutnya pita putih itu dan menyimpanya disaku celana.
 
 
@@@@@
 
Ify berlari dengan sangat kencang.  Tidak memperdulikan suara yang terus meneus menyebut namanya. Ify berlari menuju kelasnya. XI IPA-2. setelah sampai didepan pintu, ify sempat melirik kebelakang dan melihat gabriel yang sedang berlari kencang untuk berusaha mengejarnya.
 
Baru selangkah ify menginjakkan kakinya didalam kelas, bel masuk sudah berbunyi. Dan memaksa seluruh siswa-siswi untuk segera memulai pelajaran pertama. Jam pertama hari ini adalah matematika. Untuk kelas XI IPA-2 tentunya.
 
Di tempat lain...
 
Gabriel terus mengejar ify. Cepat dan semakin cepat. Tapi setelah beberapa langkah lagi mencapai pintu kelas ify, bel masuk sudah berbunya. ”ah!sial!” umpatnya. Mungkin keberuntungan belum berpihak padanya. Dengan berat hati, iyel meninggalkan kelas ify dan kembali kekelasnya.
 
Bariel berjalan gontai menuju klasnya. Ntah kenapa perasaannya bialng, kalau ify tau siapa rio. Apa hubungannya? Well, mungkin gabril mnyimpan rasa pada ify. Atau bahkan pada kembarannya? Entahlah, gabriel juga tdak tahu pasti dngan prasaannya.
 
Diruang kepala sekolah..
 
”ok rio, sekarang kamu tinggal mencari kelas kamu dilantai dua. Kelas XII IPA-1.”selesai memberi berbagai pertanyaan dan memperkenalkan sekolah, pak ahmad mempersilahkan rio untuk bergegas kekelas baruya. Karena bl masuk sudahberbunyi. Rio hanya tersenyum sambil mengangguk setuju.
 
”trima kasih pak.”katanya sopan.
 
Rio berjalan dengan santainya. Mengintip (?) setiap kelas yang pintunya tidak ditutupi. Sudah sejitar 3 kelas yang ia lewati. Tetapi langkahnya berhenti saat melewati kelas XI IPA-2. ya, gadis yang tadi pagi menjadi korban tabrak larinya sedang menundukkan kepalanya dalam-dalam.
 
Sepertinya ia tertidur. Dengan handset putih bening yang nangkring di salah satu telinganya. Sedangkan seorang guru muda sedang menjelaskan berbagai rumus matematika. Rio tersenyum tipis. ’menarik’ pikirnya. Setelah puas memandangi gadis itu, rio berjalan menuju tangga.
 
Sesampainya didalam kelas rio mengetuk pintu kelas dengan sangat hati-hati. Karna guru yang mengisi pelajaran sudah masuk, dan sedang menerangkan pelajaran. Mendengar ketukan pintu, guru itu menoleh.
 
Kedua alisnya menyatu, dan keningnya berkerut. ”kamu gabriel?” tanyanya heran. Rio menggeleng kuat. ”bukan bu, saya rio murid baru disini.” rio memperkenalkan diri disertai senyum manisnya.
 
”oh, yasudah kamu duduk di kursi kosong itu saja.”kata ibu itu. ”oh iya, saya winda guru bahasa indonesia kelas XII IPA-1”lanjutnya. Rio mengangguk dan tersenyum –lagi-. Sejurus kemudian ia berjalan menuju kursi yang ditunjukkan ibu winda tadi.
 
Rio meletakkan tasnya dngan plan. Mengeluarkan buku-bukunya dan segera konsntrasi pada pelajaran. Tak selang lama,ada seseorang lagi yang mengetuk pintu. Bu winda membalikkan badanya. ”kenapa kamu rio? Mau izin keluar?” tanya bu winda heran. Gabriel gelagapan. Perasaan dia nggak mirip-mirip amat sama rio.
 
Gabriel Cuma bisa menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. ”saya gabriel buk.” seisi kelas jadi bingung, menatap iyel dan rio secara bergantian. ”kalian kembar?” ujar seorang siswi mewakili teman teman sekelasnya –kecuali riel.-gabriel mengangguk. Rio? Cuma nyengir dibangkunya.
 
”yasudah, silahkan duduk.”gabriel celingukan nyari tempat susuk kosong. Sedikit cerita –lagi- dikelas gabriel yang sekarang menjadi kelas rio juga, siapa cepat dia dapat. Maksudnya, siapa dateng paling awal, bisa sesuka hati memilih tempat duduk. Dan inilah akibat datang telat.
 
Hanya ada 1 bangku kosong. Yaitu disebelah... rio! Gabriel mendengus kuat-kuat sampai mengganggu konsentrasi teman-temannnya. Untung saja bu winda tidak mendngarnya. Semua teman sekelas gabriel menoleh dan memasang muka sangar. Gabriel Cuma nyengir. Memperlihatkan deretan gigi putihnya...
 
Gabriel berjalan dengan sangat tidak niat. Nggak tahu kenapa, perasaannya tidak enak kalau duduk disebelah mario! Saudara kembarnya yang sangat membuatnya tidak beruntung hari ini. Brakk! Gabril membanting tasnya. Membuat semua perhatian tertuju padanya. Kali ini termasuk bu winda.
 
”kenapa kamu gabriel?!”tanya bu winda yang aslinya ngebentak. ”nggak papa bu, kepeleset tadi.” konyol sekali! Ah, sudahlah. Mungkin keberuntungan sedang tidak berpihak padanya. Yah, pelajaran dimulai kembali.
 
 
@@@@@
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar