Minggu, 18 September 2011

Dia Cuma Buat Gue Part 2

 
 
BAB 2
Gadis itu?
 
Suasana pagi ini begitu bersahabat. Dan –seharusnya- membuat semangat siswa-siswi untuk menuntut ilmu. Tapi tidak dengan kelas XII IPA-2. suasana kelas serasa seperti neraka! Kenapa pelajaran bahasa indonesia begitu membosankan? Entah karena apa, tapi belajar berbahasa indonesia yanng baik itu memang sangat sulit.
 
Suasana kelas begitu heninng, membuat seisi kelas mengantuk. Baagaimana tidak, suasana kelas yang hening ditambah dengan semilir angin pagi yang begitu sejuk. Hmm, enak sekali rasanya tidur di saat suasana seperti ini. Saking mengantuknya mereka sampai-sampai mengelem kelopak mata mereka agar tetap terbuka.
 
Selesai menuliskan catatan dipapan tulis, bu winda kembali ke tempatya, dan mulai mencerocos dengan semangat. ”kalian mengerti?” tanyanya galak. Dengan sangat malas, semua siswa kelas XII IPA-2 menjawab, ”mengerti buuu!” dengan nada setengah tidak ikhlas dan membentak.
 
 
@@@@
 
 
Tidak jauh berbeda dengan keadaan kelas XII, kelas XI IPA-2 juga serasa sangat membosankan. Berbagai macam rumus yang berbeda, nangkring (?) di papan tulis kelas mereka.
 
Banyak anak yang menggerutu dalam hati karena tidak mengerti dengan deretan rumus yang membuat kepala pusing 7 keliling dan itu angka-angka yang sangat asing. Baru saja mereka naik kelas dan baru saja pembagian kelas dimulai. Tapi kenapa langsung belajar?
 
Ralat, mereka bukan belajar, hanya perkenelan dengan beberapa deret rumus yang akan mereka dalami untuk kelak. Karena ini hari pertama menjalani aktivitas sekolah setelah libur 3 minggu yang lalu. Jadi kesimpulannya, ini hanya perkenalan!
 
Bahkan penerimaan murid baru dan masa orientasi siwa bagi kelas X belum dilaksanakan. Hah! Bagaimana tidak, SMA mereka adalah SMA TERFAVORIT DISURABAYA. Dan mereka harus rela menuruti peraturan itu. Masalah otak?  jangan ditanya, walaupun tidak mengerti, otak mereka semua encerrrr buangett!
 
Tapi keadaan mereka –siswa kelas XI IPA-2- sangat mengenaskan. Keadaan mereka sangat memprihatinkan. Muka yang kusut, rambut yang udah berantakan, dan mata yang sudah berubah menjadi 5 watt akibat pelajaran matematika!
 
Tidak seperti keadaan teman-temannya yang memprihatinkan, gadis mungil nan manis ini sudah terbang ke alam mimpinya. Menemukan sesuatu yang begitu menarik sehingga membuatnya enggan untuk bangun.
 
Ini memang kebiasaannya. Ia tidak pernah memperhatikan pelajaran dengan baik. Bukan karena sombong, bagi gadis itu, memperhatikan pelajaran tanpa konsentrasi sama sajja membuang-buang waktu luang. Sepertinya nasib ify sedang tidak baik hari ini. Ia tertangkap basah sedang terlelap saat jam pelajaran.
 
”alyssa! Cepat maju kedepan! Kerjakan soal itu! Sekarang!”ify menghembuskan nafasnya kuat-kuat. Dengan hati yang setengah tidak ikhlas, ify bangkit dari bangkunya dan berjalan menuu papan tulis putih itu.
 
Dengan lancar ify mengerjakan soal yang diberikan bu ucii. Ketahuilah, alyssa saufika umari adalah seorang most wanted girl SMA NUSA BANGSA, yang otaknya sangat encer! Bahkan saat tidur pun, ia masih bisa meresap ilmu yang diberikan oleh guru mattematikanya.
 
”srett..”ify menggoerskan angka terakhirnya dna kembali ketempat duduknya. Shilla, teman sebangku ify. Gadis berambut panjjang itu hanya bisa membulatkan mataya. ”cxcxcx, hebat lo fy!” pujinya antusias. Begitu juga dengan teman-teman sekelasnya yang syokk sekali!
 
Bu uci memberikan uplus untuk ify. Ia menyatukan kedua telapak tangannya dan menepukkannya beberapa kali. Kegiatan itu juga dilakukan seisi kelas XI IPA-2. ify hanya tersenyum tipis menanggapi kelakuan guru dan teman sekelasnnya. Setelah itu, mereka melanjtkan pelajaran.
 
Setelah sekitar 2 jam penuh menguras otak untuk menaklukan berbagai rumus, malaikat penyelamat datang menyelamatkan seluruh siswa-siswi yang sudah ’hidup segan, mati tak mau’. Oke, pelajaran metematika kelar hari ini!
 
”oke anak-anak, pelajaran kita sudahi sampai disini, saya permisi.” bu ucii pergi meninggalkan kelas yang semakin sepi itu. Shilla dan ify, 2 teman sebagku yang berbedaa 180 derajat. Ify,nggak suka ngomong dan cuma ngomong kalau ada perlu aja.. shilla, cewek modis yang sangat modern. Selalu ngikutin gaya dan trenn. Dia juga ceplas-ceplos dan sangat bawell!
 
Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengganggu mereka. ”hhe :D fy, gue kekantin ya, laper.”ify menoleh sekilas lalu mengangguk dengan muka tanpa ekspresi. Entah kenapa, pikirannya melayang kekejadian di ruang kepsek pagi tadi.
 
Poni, bagian rambut yang sangat penting untuk cewek menambah kecantikkan mereka. Tapi pada saat belajar, poni sangat mengganggu. Maka itu, ify menjepitkan sebuah jepitan putih pada poniya. Tapi tunggu, kenapa poninya berkibaran begitu bebas sekarang?
 
Ify meraba kepalanya. Benar! Jepit itu jatuh entah kemana, ify mencoba mengingat berbagai kejadian yang ia alami tadi pagi. Tapi tiba-tiba sebuah langkah kaki membuyarka lamunannya.
 
”fy..”suara yang ify dengar begitu lirih. Mungkin orang itu takut pada ify? Siapa yang tahu? Ify menoleh kesamping dan sangat terkejut saat tahu siapa yang ada disampingnya saat ini.. tapi ify berusaha keras bersikap biasa saja.
 
 
@@@@
 
 
Sejak masuk tadi, gabriel sudah tidak berkonsentrasi dengan pelajaran bahasa idonesia kelas XIInya yang sedang ia jalani saat ini. Pikirannya terus saja terbang kemana-mana. Dan slalu berhenti di tempat ify. Kenapa gadis manis itu?
 
Lewat sudut matanya, rio melihat kegelisahan gabriel sambil terkikik geli. Tak jauh berbeda dengan keadaan kakaknya, rio juga tampak gelisah. Tapi setidaknya rio lebih pintar menyimpannya dibanding gabriel. Kalian tahu apa yang membuatnya gelisah? Yah, jepit rambut milik perempuan tadi.
 
Apa rio gelisah karena ia ingin tahu siapa pemilik jepit itu? Apa rio gelisah memikirkan bagaimana caranya tau siapa pemilik jepit itu? Apa rio gelisah memikirkan bagaimana wajah perempuan berambut lurus itu? Tidak! Rio bukan gelisah akan hal itu. Ia gelisah karena jepit rambut yang ia temui itu menusuk pahanya.
 
Dengan gerakkan cepat, rio memindahkan jepitan putih berhiasan kupu-kupu itu kesaku bajunya. Sepertinya ini lebih baik. Sekilas gabriel melihat rio memasukkan sesuatu di kantong bajunya tak tahu pasti apa itu. Tapi benda itu berwarna putih berhiasan kupu-kupu.
 
Hei! Sejak kapan rio menyukai kupu-kupu? Apa jangang jangan rio... baru saja gabriel ingin bertanya, tapi suara bel tanda istirahat itu membuat gabriel mengurungkan niatnya. Dan memaksanya unntuk segera membereskan buku-bukunya dan segera keluar kelas. Tak peduli dengan tatapan heran bu winda yang belum keluar kelas.
 
Gabriel berlari kecil untuk segera sampai kekelas yang ia tuju. Dimana seorang gadis yang sangat ingin ia temui berada. Sesampainya dikelas, iyel melihat gadis ’itu’ duduk sendiria sambil sesekali memegangi kepalanya. Gabriel tak tau apa yang dilakukan gadis ’itu’. Perlahan, dilanjutkan langkahnya menuju meja gadis itu.
 
”fy..”panggilnnya lirih. Ia takut kalau saja ify emosi saat melihatnya ada disini. Tapi dugaan gabriel salah besar! Gadis itu menoleh sebentar dan sekarang memasang ekspresi datar yang tidak bisa ditebak (?) gabriel menghela nafas sesaat.
 
”lo kenapa?”gabriel langsung to the point. Karena tahu ify tidak suka basa basi. Ify menatap gabriel heran, seakan berkata –gue?-kenapa?-gue-baik-baik-aja-kok-. Gabriel yang tau apa arti dari tatapa ify hanya bisa mendengus kesal.
 
”oke, gue to the poit aja! Tadi lo keruang kepsek kan?”kini posisi gabriel telah berhadapan dengan ketua osis SMA NUSA BANGSA itu. Menatap wajah tirusnya dengan seksama dan begitu dalam.
 
Ify? Masih dengan ekspresi yang tidak terbaca. Ify memang sudah menduga sejak awal. Pasti gabriel tidak akan melepaskannya begitu saja. Ify menghela nafas dan baru saja ia ingin membuka mulut. Tapi diurungkan niatnya karena suara speker kelas ify yang menggema.
 
”selamat pagi anak-anak, salam sejahtera bagi kita semua. Mohon maaf ibu mengganggu jam istirahat kalian. Ibu hanya ingin memberi tahu, kepada seluruh pengurus osis harap berkumpul diruang osis sekarang juga. Atas perhatiannya ibu ucapkan terima kasih. Selamat siang.”
 
Begitulah isi pengumuman yang disampaikan ibu sam kepada seluruh pengurus osis. Ify tersenyum masam. Buru-buru ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan gabriel yang masih terpaku ditempatnya.
 
Ify meninggalkan gabriel tanpa sepatah kata pun. Entahlah, sekarang ia sedang tidak ’mood’ untuk bicara. (memang tidak pernah mood, mungkin?). ify beralan dengan gayanya yang selalu cool dan jutek. Tidak terlalu senang menebar senyuman untuk orang lain.
 
Gabriel melengoss, hah! Sudahlah, ini memang ify yang ia kenal. Tak pernah mau berbagi cerita, sekalipun orang itu adalah orang terdekatnya! Gabriel memutuskan untuk pergi ke kantin, karena perutnya yag mulai keroncongan.
 
 
@@@@
 
 
Berbeda dengan gabriel, rio hanya menyendiri dikelas ’barunya’ sambil memandangi jepit putih bermotif bunga dan berhiasan kupu-kupu itu. Pikirannya melayang pada kejadian pagi tadi, dimana ada gadis cantik yang menabraknya memarahinya.
 
Tanpa sadar, sebuah senyum (yang terlihat samar) merekah diwajah tampan itu. Gadis yang benar-benar gila menurut rio. Tiba-tiba pundaknya dipukul pelan seseorang dan sontak rio menoleh.
 
Seperti biasa, memasang wajah dingin dan angkuh. Orang itu tersenyum tipis pada rio, yang dibalas tatapan tak suka rio. “gue alvin” lelaki itu mengulurkan tangannya mengajak rio kenalan. Sesaat rio menatap pemuda itu.
 
Sambil tersenyum penuh misteri, rio menyambut uluran tangan alvin. “gue mario, panggil aja gue rio” nadanya tak terdengar bersahabat, tapi tak membuat alvin meninggalkannya. Alvin malah sibuk memandangi jepit yang sedang dipegang rio.
 
“punya cewek lo?”tanyanya heran. Rio menggelng kcil, tapi mampu mengatakan bahwa itu mewakili jawaban rio dengan kata ‘bukan’ atau ‘tidak’ atau bahkan ‘ngga’ alvin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
 
“ke kantin yuk?” ajak alvin ramah, tapi rio menolak dengan halus. Takut kalau dengan keadaan biasa, alvin tidak ingin berteman dengannya lagi.
 
“nggak, makasih.. gue udah kenyangg!”SPJ, Singkat Padat dan Jelass! Rio mengatakan tanpa basa-basi! Dasar cowok irit! Batin alvin kesal.
 
“yaudah, gue deluan!”
 
Sepergian alvin, rio beriat untuk keperpustakaan mencari buku biologi yang (memang) belum dibagikan. Diperjalanan menuju perpustakaan, rio melihat ‘gadis’ yang tadi pagi ditabraknya lewat dengan sangat santai.
 
Gadis itu bersikap seperti ‘tidak ada apa-apa pagi ini’rio tersenyum meremehkan, tak ada yang tahu isi hati rio. Dan entah setan apa yang merasukuki tubuh dan pikirannya untuk membuat ify bertekuk lutut padanya. Dan rio kembali pada tujuan awalnya, keperpustakaan sekolah!
 
Sampai diperpustakaan, rio melepas kedua sepetunya dan mulai hanyut dalam suasana hening. Ia berkeliling mencari buku yang ‘menarik’ untuk dibacaa. Saat tiba di barisan ke dua perpustakaan, rio melihat seorang gadis cantik sedang melompat-lompat.
 
Gadis itu sedang berusaha mengambil buku yang terletak di rak paling atas. Rio tersenyum datar melihatnya. Lucu. Rio berjalan menghampiri gaadis itu dan mengambilkan buku yang diinginkan gadis itu.
 
’cinta indonesia’ itulah judul bukunya. Gadis itu menerimanya dengan mata tak berkedip. Masih dengan menatap rio yang.. hmmm.. tampan menurutnya. Rio yang dilihat begitu merasa risih dan menoleh.
 
”nggak tau terima kasih” sindir rio pelan. Masih dengan gayanya yang sangat mempesona. Dan dengan ekspesi datarnya, rio berjalan mengelilingi rak-rak buku diperpustakaan yang besar itu.
 
Gadis putih nan manis itu sadar lalu berlari kecil menghampiri rio. ”terima kasih kak.. ” katanya tulus. Rio mendesah. Lalu berjalan lagi meninggalkan gadis itu sendirian. Gadis itu menatap punggung rio yang hampir hilang ditikungan. Masih dengan tatapan bingung dan penasaran.
 
 
Tiba-tiba gadis itu menepuk jidadnya sendiri.”astaga! Hari ini ada rapat osis!”gumamnya. Selesai mengingatkan diri, gadis manis itu buru-buru berlari keluar perpustakaan dan langsung melesat ke ruang osis.
 
 
@@@@@
 
Di ruang osis,,
 
Seluruh anggota osis sudah berkumpul dengan sangat lengkap! Tak lupa pembina osis yang selalu ada. Tapi tidak saat rapat-rapat osis biasa. Ibu evalina. Guru paling cantik dan modis di SMA NUSA BANGSA.
 
Ibu eva memang tampak muda. Tapi sebenarnya sudah memiliki keluarga. Anggota osis langsung menyambut ibu eva dengan sangat riang. Apalagi yang cowok! Ngeliat cewek matanya langsung hijau! Nggak peduli statusnya. cxcxcx
 
”oke, anak-anak. Kita mulai saja rapat ini. Kita rapat mengenai masalah Masa Oriantasi Siswa {MOS} kelas X. Ketos sudah siap?” ibu eva memang sangat perhatian pada murid-muridnya. Tak heran kalau banyak para murid yang sangat mencintainya.
 
Ify menarik ujung bibirnya kiri kanan. Berusaha membentuk seulas senyum tulus. Tapi hasilnya hanya sebuah garis lurus yang terlihat. ”sudaah bu” jawabnya sopan. Oke, sekarang masing-masing pengurus osis menempatkan diri di bangku masing-masing.
 
Ify membuka rapat dengan do’a dan berbagai instruksi. Bu eva mengamatinya dengan bangga. Bangga karena memiliki anak didik yang bersifat pemimpin seperti ify. Walaupun sebenarnya ify tidak ramah.
 
”oke teman-teman, kita mulai dari pembagian panitia mos. Saya akan sebutkan nama-nama orangnya sesuai kelompok. Kelompok 1 beranggotakan. Angelica, nova, rizky, lintar, debo, dan zahra.” ify menarik nafas sejenak dan segera melanjutkannya.
 
”Kelompok 2 beranggotakan. Saya, sivia, ashilla, septian, goldi, dan patton.” ify menjelaskan hingga semua anggota osis mendaoat bagian mereka masing-masing. Sekarang ia bangkit menuju white board yang tersedia.
 
”oke, sekarang kita bahas kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan untuk MOS besok.”ify mulai menyoretkan pendapat-pendapat temannya. Ada yang mau adik kelas bawa snack banyak, ada yang mau adik kelas didandani ancur-ancuran, dan sebagainya.
 
Ify sampai terkikik melihat coretan-coretan dipapan tulis. Tapi bukan tertawa dibibirnya, tapi dimata beningnya. Bibir dan wajahnya masih kaku dan datar. Sivia sedari tadi tidak membuka mulut atau sekedar protes. Dari tadi ia hanya melamun memikirkan kakak kelasnya yang tampan tadi.
 
Seketika melihat kebelakang, ify mendapati sivia sedang melamun sambil senyum-senyum sendiri. Zevana yang ada disebelah sivia mencoba untukkan menyadarkan gadis berlesung pipit itu.
 
”vi, ify ngeliatin lo tuh!”zevana sedikit berbisik karena takut ada yang mendengar omongan mereka. Sivia masih saja senyam-senyum nggak jelas. Ify menatap tajam sivia. Aura kemarahan tampak jelas dimatanya.
 
”sivia! Kenapa kamu?!”suara lantang ify keluar. Sontak membuat seisi ruangan kaget dan menoleh ke salah satu siswi yang disebut namanya tadi. Sivia langsung sadar dari lamunannya dan menatap ify dengan tatapan memelas.
 
”eh?”
 
”maaf fy, nggak konsen.”suaranya bergetar. Entah karena takut atau kaget. Zevana menghembuskan nafas panjang. Ternyata bisikannya tadi tak didengarkan oleh sivia. Ify mendengus dan kembali dengan aktivitasnya.
 
”oke, sekarang kita atur jadwal kegiatannya. Hari selasa –besok- pengenalan gedung sekolah dan nama adik-adik kelas. Hari rabu, kita kerjain adik kelas habis-habisan *?*. dan hari jum’at, kita kasih mereka tanda tangan dengan berbagai tantangan.” ify menarik nafas sebentar lalu..
 
”dan hari sabtu adalah mos terakhir yang kita gunakan untuk demo ekskul.”ify selesai membacakan rentetan kegiatan mos anak-anak kelas X. Lalu ia memimpin do’a. Lalu menutup rapat siang itu dengan hormat.
 
”oke, saya rasa cukup. Rapat siang ini saya tutup. Selamat menjalankan tugas dan selamat siang.”
 
”siangg!!”koor yang lainnya.
 
Bu eva menghampiri ify dengan senyuman mautnya. Yang mampu membuat ana-anak cowok tertarik. Tapi sayang, bu elva sudah mempunyai anak 2 orang yang sangat jenius. 2 anak laki-laki kembar tampan yang sudah menduduki bangku kelas XII-IPA-1.
 
Irsyad dan arsyad. Anak laki-laki yang berperawakan tinggi kurus dan memiliki kulit hitam maniss. Ify  membalas senyum bu eva dengan sekuat tenaga. Tapi sekuat tenaga ify menarik bibirnya, semakin sulit sebuah senyuman itu terbentuk. Jadilah terlukis garis lurus dibibir mungi ify.
 
”ify, ibu mengucapkan terima kasih banyak pada kamu. Kamu sudah banyak membawa kemajuan sekolah kita”jelasnya panjang lebar. Masih dengan senyuman yang tak kunjung hilang. Diam-diam ify menghela nafas berat.
 
”iya buk, itu sudah kewajiban ify sebagai ketua osis.”berbeda dengan nada bicara bu eva, suara ify nyaris terdengar seperti paksaan. Mungkin hanya karena ’sedikit’ ketulusan hati, jadi nadanya tidak terlalu ’terdengar’ seperti paksaan.
 
”yasudah, sekarang jam bebas, jadi tolong kamu umumin lewat speker mic diruang osis ya?”
 
Ify tersenyum –lagi- dan yang kali ini benar-benar terlihat sangat terpaksa. Hmm, disatu sisi, ify sangat ikhlas mengerjakan tugas-tugasnya, tapi senyuman manis itu tidak mudah untuk ia persembahkan. Entahlah, apapun masalahnya, ify tak mau cerita.
 
”oke, ibu pamit.”setelah mengucapkan 2 kata itu, bu eva langsung pergi meninggalkan ify yang masih menatap kepergiannya dengan serius. Ify menghela nafas. Harinya serasa berat tanpa wanita paruh baya yang selalu menemaninya itu.
 
Kita harus bisa menerima setiap kenyataan yang ada. Baik maupun buruk. Karena semua adalah takdir tuhan yang memang tak bisa diganggu gugat. Ify menarik nafas panjang. Mengisi paru-parunya yang kini terasa sesak. Dan menghembuskannya dengan kasar.
 
Tiga tahun sudah ia menahan rasa sakit itu. Membiarkan luka besar dihatinya mengering dengan sendirinya. Setelah mengenang kesedihannya, ify segera pergi menuju ruang osis dan memberi pengumuman yang tadi di suruh ibu eva.
 
 
Ditempat lain...
 
Rio sedang sibuk mencari buku yang bisa menarik perhatiannya untuk dibaca. Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang berasar dari speker perpustakaan. Suara itu... rio tersenyum sinis mendengar suara gadis yang membuatnya penasaran itu.
 
Walaupun baru bertemu 1x (dan di ruang kepsek rio tak menyadai kehadiran ify). Rio pergi menelusuri setiap celah lemari mencari buku-buku yang –sekali lagi- menarik. Saat menarik salah satu buku –yang judulnya entah apa- rio melihat sebuah lapangan basket.
 
Lagi-lagi rio menarik ujung ibirnya. Memberi sedikit senyuman. Entah senyum apa yang ia berikan, dan untuk apa senyum itu ia ciptakan. Dengan langkah cepat, rio keluar perputakaan dan langsung memakai sepatunya lagi.
 
Berlari ke kelas sebentar untuk mengambil ola basket yang sengaja ia bawa. Karena kalau sedang galau atau (teman-temannya galau) menghampirinya, rio langsung melepaskan seluruh emosinya pada basket.
 
Dengan santai rio berjalan melewati daerah kelas X. Dan membuat gempar gedung sebelah selatan itu. Berjalan dengan gaya alami yang tak ia buat-buat. Menegaskan bahwa inilah dia! Inilah rio!
 
 
Dikantin...
 
Gabriel mencari-cari tempat kosong untuk tempatnya makan dan menyesap segelas es jeruk segar. Tak ada satupun ruang dikantin itu! Semua penuh! Seketika menemukan satu meja disudut kantin yang kosng. –padahal jelas ada orang-
 
Gabriel menghampiri gadis putih itu. Gadis itu sedang menatap lurus kedepan. Sambil mengaduk-aduk es teh manis yang ia pesan tadi. Perlahan gabriel duduk didepan muka gadis itu. Dan tersenyum.
 
Aaaaaa! Kak iyell! Please deh, jangan senyumm! Gadis itu berteriak meruntuki gabriel. Kenapa lelaki tersenyum padanya? Sudah bisa ditebak! Nanti malam gadis itu tidak akan bisa menutup matanya dengan tenang.
 
”hei!”gabriel melambaikan tangannya didepan muka gadis itu. Heran dengan sikapnya yang tiba2 jadi diam menatapnya. Gadis itu tersentak dan kembali kedunia nyatanya. Dengan kikuk ia beusha mengeluarkan kata-kata.
 
”boleh gue duduk sini kan?”gabriel segera mematahkan rencananya untuk bertanya. Dengan ragu ia anggukkan kepalanya. Dan jadilah gabriel duduk di depan mata gadis ini.
 
Gabriel pergi membeli makanan berat untuk melepaskan rasa lapar dari perutnya, dengan satu tangan jugaa memegangi es jeruk yang ia pesan tadi. Gabriel mengambil posisi yang sama dengan tadi.
 
”oh yo,nomo lo sopo?”gabriel bertanya dengan mulut penuh engan nasi goreng masakkan pak kumis. Gadis itu menatapnya heran dan tiba-tiba ia tertawa. Kecil memang, tapi cukup membuat gabriel terdiam dan tanpa sadar menghentikan aktivitasnya.
 
”kakak ngomong apa sih? Makan dulu aja, baru ngomong.”ucapnya lembut. Masih dengan sisa-sisa tawa gelinya itu. Gabriel masih tak bergeming. Ia menatap gadis dihadapannya tanpa kedipan.
 
Risih diliat seperti itu, gadis tadi melambaikan tangannya didepan muka gabriel –yang kini masih terdiam- ”kaka? Kakak kenapa?” kedua mata lembut itu menatap gabriel penuh perhtian.
 
”eh..? gue? Gue kenapa? Nggak papa kok. Oh iya, nama lo siapa?”gabriel menyerang gadis itu dengan pertanyaan yang tak ada ujungnya #penulismulailebe!. Mata indah gadis itu makin membuatnya tambah cantik!
 
”ooh, aku shilla kak kelas XI-IPA-2 kak. Shilla melontarkan jawabannya dengan sangat ramah. Baru ingin menyampaikan kalimat terakhirnya,gabriel memotong kalimat gadis itu.
 
”cukup,,cukup. Gue Cuma nanya lo kan? Bukan kelas lo?”lagi-lagi pertanyaan konyol!!
 
Gadis itu terkikik untuk yang kedua kalinya. Tapi sekarang lebih gila lagi, sampai-sampai ia memegangi perutnya yang sakit akibat tertawa. Gabriel semakin terpukau. Tiba-tiba gabriel menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
 
Samar-samar ia tidak mendengar tawa shilla lagi, gabriel membuka matanya dan menatap gadis itu heran dan sebaliknya.
 
“ada lagi yang kakak mau tanya?”
 
”ah iya! Nggak usah pake aku-kamu ya, kayak orang pacaran aja. Panggil gue-elo ajaa.”Santai tapi membuat gadis dihadapannya mengerutkan kening.
 
”pacaran?”tanya shilla. Sedikit memiringkan kepalanya menatap gabriel. Gabriel jadi salting sendiri. Nggak tau kenapa baru pertama kali ketemu shilla –atau tepatnya baru kenalan- padahal shilla sering jalan bareng ify juga sering ketemu gabriel. Tapi gabriel nggak pernah menyangka kalau senyum shilla... semanis ini!
 
Shilla mengerutkan keningnya dan menyatukan kedua aliss. Menatap gabriel makin heran, karena posisi gabriel sekarang sedang congo ngeliatin dia. Shilla melambaikan tangan didepan muka tampan gabriel.
 
”kak..? kok bengong.?”kali ini gabriel tak merespons perkataan shilla. Malah menatap shilla dalam. Shilla jadi risih sendiri tapi seneng jugaa sih..
 
Tiba-tiba kantin yang tadinya nggak terlalu berisik, sekarang berubah jadi kayak pasar yang ada justin bieber nya.. shila menatap salah satu teman sekelasnya heran. Gabriel baru sadar.
 
“kenapa ik?”tanya shilla pada oik. Salah satu teman sekelasnya.
 
”itu, tadi ada pengumuman dari ify. Kalo hari ini jam bebas dan besok sampe 3 hari berikutnya mos anak kelas X”jelas oik panjang lebar. Shilla menggut-manggut, dia emang udah tau dari tadi. Kan dia anak osis..
 
“oh, yaudah makasih ya ik”oik mengangguk dan langsung bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain. Shilla mengalihkan pandangannya pada gabriel yang saat ini telah menyuapkan sendok terakhirnya.
 
“kak, jam bebas nih, basket yuk?”hampir saja gabrieel tersedak mendengar ucapan shilla tadi. Wah,, ini sebuah tantangan dah.. gabriel tersenyum. Hampir saja tawanya meledak mendengar ucapan shilla.
 
“emang lo bisaa?”shilla cemberut mendengar ucapan gabriel. Ya bisalah!! Shilla kan khursus sama kakaknya. Dan latihan ’menyendiri’ itu hasilnya lebih bagus dibanding rame-rame.
 
“ngeremehin nih ceritanya?”shilla melipat kedua tangannya dan menutup kedua matanya. Masih tetap menghadap gabriel.
 
Kali ini tawa seorang gabriel meledak. “hhahhaa, udah shill becandanya. Gue nggak tahan! Sakit perut!”shilla jadi tambah jengkel ngeliat gabriel yang tertawa terbahak-bahak.
 
“aku nggak bercanda kakak!! Ayo kita buktiin siapa yang menang! Yang kalah harus nurutin perintah yang menang!”lagi-lagi shilla menantang gabriel dengan sangat percaya diri. Tawa gabriel berhenti, tapi masih terkikik melihat ekspresi wajah shilla seperti anak kecil kehilangan balon.
 
“okee! Siapa takuut?”gabriel bangkit dan berjalan mendahului shilla. Shilla mengekor dibelakang gabriel dengan gaya –yang dipasang- angkuh. Tiba-tiba gabriel berhenti. Shilla terbelalak.
 
Tanpa sempat meng-rem langkahnya. Gabriel berhenti dan alhasil mereka jadi tubrukan.
 
“kakak! Kalo mau berhenti bilang dong! Bikin kaget gue aja lo!”shilla nyolot sambil  mengelus dahinya yang terkena punggung kokoh gabriel. Lagi-lagi gabriel terkikik geli.
 
“lo mau tanding pake rok?! Nggak takut jatoh lo?”
 
“ya nggak pake rok lah! Tadi gue udah janjian sama ify bakal tanding basket kalo ada jam bebas, makanya gue bawa seragam basket!”shilla semakin dongkol ngeliat gabriel yang sepertinya tidak mau mengakui kemampuan shilla.
 
“oh, okee”
 
 
@@@@
 
 
Ify berjalan tanpa beban kearh kamar mandi wanita untuk mengganti pakaiannya dengan seraga basket. Yah, karena dia sudah berjanji akan bertangding habis-habisan dengan shilla.
 
Tak lama,ify keluar dengan kaus putih dibalut seragam basket berwarna biru. Dan bola orange di tangan kirinya. Rambutnya ia satukan membentuk ekor kuda. Lalu dengan santai ia menuju lapangan basket yang diterangi matahari pagi.
 
Matahari baru muncul sekitar 10 menit yang lalu, karena hujan semalam mengakibatkan matahari tak bisa terbit sesuai rencana.
 
Setelah sampai dipinggir lapangan, ify melakukan pemanasan. Berlari kecil mengelilingi lapangan basket yang besar itu. Melakukan berbagai gerakkan pemanasan untuk me-rileks kan tulang dan ototnya.
 
Ify melakukan pemanasan dengan sangat baik. Setelah merasa pemanasannya cukup, ify berjalan kearah pinggir lapangan –karena tadi dia sedang berlari mengelilingi lapangan-
 
Tanpa disangka-sangka, ia telah menemukan cowok yang tadi pagi membuat moodnya hilang. Cowok itu sudah lengkap dngan seragam basketnya, peluhnya sudah bercucuran. Akibat pemanasan mungkin?
 
Ify berjalan ingin mengambil bolanya. Tapi dengan gerakkan lebih cepat, cowok itu merebut bola ify, sambil tersenyum meremehkan. ”balikkin bola gue!” ify berusaha keras merebut bolanya dari rio –cowok tadi-
 
”mau bola?! Kalahin gue dulu!” rio berjalan dengan santai ketengah lapangan dan melempar bola miliknya ke pinggir lapangan. Bertanding dengan bola milik ify. Ify menatap rio dengan aura neraka. Tapi rio tetap cuek. Ia men-drible bola dengan santai
 
Tiba-tiba ify tersenyum sinis. ”hah! Lo pikir lo bisa ngalahin gue? Mimpi lo!”ify berteriak sekencang mungkin . agar rio mendengar perkataannya tadi. Rio menghentikan aktivitasnya dan menghampiri ify.
 
”oke, yang kalah mesti minta maaf sama yang menang!”bisikkan memang, tapi tantangan berat untuk ify. Lagi-lagi ify tersenyum sinis. Menatap punggung rio yang baru saja meninggalkannya.
 
’lo pikir lo bisa?! Belagu amat lo?!’ify memaki rio dengan sangat-sangat tak suka. Oke, sekarang rio menunjuk salah satu anak basket dan memintanya menjadi juri pertarung dan anak itu mulai melempar bola keatas dan.. plaakk’
 
 
 
Bersambung..

Dia Cuma But Gue Part 1

Pagi ini terasa sangat sejuk. Hujan semalam mengakibakan jalanan jadi becek sekaligus membuat udara lebih segar. Karena semua debu polutan dijalan raya. Embun pagi di daun-daun dan bunga-bunga juga belum hilang. Menunjukkan bahwa saat ini tak wajar untuk seorang pelajar bangun dari mimpinya. Tapi seorang gadis manis sudah bersiap untuk berangkat kesekolah tercintanya. Gadis itu sudah rapih dengan rok putih abu-abunya.
 
Gayanya yang khas juga menambah kecantikannya pagi ini. Rok yabu-abu panjang menghiasi tubuh mungilnya. Dan rambut yang dibiarkan tergerai dengan pita putih yang ikut menghiasi rambut panjangnya. Tak lupa kacamata bulat setengah petak (?) dan tumpukan buku yang ia pegang untuk mengurangi berat tasnya.
 
Dengan santai tapi pasti, gadis itu menuruni bebrapa anak tangga hingga sampai ke ruang makan. Masih dengan gayanya yang tadi ia perlihatkan, gadis itu menuju salah satu bangku dan menariknya keluar untuk ia duduki. Ia mengambil 2 potong roti dan mengoleskan selai kacang kedalamnya. Dan sesaat kemudian ia menyantap roti buatannya itu. Tiba-tiba sebuah suara memaksanya untuk menghentikan aktvitasnya dan menoleh ke arah sumber suara.
 
”pagi bener fy? Kesambet lo?”suara itulah yang mengejutkan gadis itu. Suara via. Adik semata wayangnya yang duduk di kursi kelas 2 SMA mereka kembar, tapi ify lebih dulu lahir 5 menit dari via. Gadis itu mendelik dan sesaat kemudian melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
 
”hari ini ada rapat osis. Sebelum bel masuk, jadi kudu dateng pagi”gadis itu menjawab tanpa menoleh ke arah adiknya sedikit pun. Sejurus kemudian ia selesai sarapan dan segera menyambar susu putih yang sudah disediakan pembantunya lebih dulu.
 
”gue duluan ya!”setelah menghabiskan susunya tanpa sisa, gadis itu menyambar tasnya dan bergegas pergi meninggalkan adiknya dengan berbagai pertanyaan di otaknyaa. Setelah melihat badan mungil kakaknya hilang ditikungan,via mengambil 2 potong roti dan mengoleskan selai strowberry dan menyuapkannya.
 
Gadis itu, kakak semata wayangnya yang beberapa buklan ini membuatnya benyak pikiran. Dia –gadis itu- alyssa atau lebih akrab dipanggil ify, seorang gadis remaja yang cuek, jutek, dan sangat tidak peduli dengan sekitarnya.
 
Setelah selesai menghabiskan rotiny tanpa sisa dan menyedot habis susunya, via menyambar tas sekolahnya yang tergantung rapih di ats kursi tempatnya makan. Mengambil kunci mobilnya dan segera pamit pada pembantunyaa.
 
”bi,via pergi dulu ya.”pembantu itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tanda ia mengizinkan nyonnya mudanya untuk pergi menuntut ilmu.
 
 
@@@@@@@
 
Sampai disekolah, lyssa langsung memarkirkan mobil mewahnya ditempat parkir. Setelah selesai memarkirkan dan mengunci mobilnya,ify berjalan menuju ruang osis. Gayanya masih sama, cool dan sangat cuek. Kadang membuat seisi sekolah heran, kenapa ada cewek yang secuek ify? Sifat itu harusnya ada pada cowok, dan bukan cewek manis seperti ify.
 
Gadis mungil itu berjalan sambil sesekali bersiul. Menghirup udara pagi kota surabaya yang masih sedikit segar. Setelah berjalan sekitar satu menit, akhirnya ify sampai juga ke tempat tujuannya. Perlahan, diputarnya kenop pintu ruang osis itu. Masih sepi, belum ada seorang pun yang datan. Ify melengos. Ia berjalan menuju lemari tua yang menyimpan profosalnya.
 
”males banget mereka!!”keluhnya kesal. Bagaimana tidak, waktu yang sudah disepakati adalah jam setengah tujuh kurang sepuluh menit. Ify berkali-kali membolak-balik tumpukkan kertas yang ia pegang. Sudah 10 menit ia menunggu rekan-rekan osisnya. Tapi belum ada satupun yang memperlihatkan batang hidung mereka.
 
”mereka kemana sih!?”lagi-lagi ia menggerutu. Benar-benar membuat mood tidak baik. Ify berjalan untuk keluar dari ruangan itu. Berjalan dengan santai dan wajah yang tidak bersahabat. Ingin sekali ia menimpuk rekan-rekan osisnya itu satu persatu. Dengan gerak cepat, ia membuka knop pintu ruangan dan...
 
Karena buru-buru dan sangat tidak suka dengan cara teman-temannya, ia tak menyadari ada seorang laki-laki jangkung yang sedang berjalan. Dan bersamaan dengan itu, ify menabrak tubuh jangkung itu dan membuatnya sangat kaget serta menambah rasa kekinya.
 
”jalan liat-liat dong!”cerca ify. Adarkah gadis ini ? yang harusnya bilang begitu adalag lelaki jangkung tadi. Dengan rasa yang sangat kesal, gadis itu berdiri dan membersihkan rok panjangnya dengan muka yang ditekuk.
 
Karena tidak terima, pemuda berbadan jangkung yang tegap itu menatap gadis didepannya –ify- dengan rasa kesal dan sangat tidak terima. Disunggingkannya sebuah senyum meremehkan dari bibirnya. ”lo masih waras kan ?! ” mendengar pertanyaan yang –menurutnya- meremehkan, ify jadi ikut tersenyum masam pada pemuda itu.
 
” emang kenapa ?! ” tanya ify sambil mengancak pinggangnya. Jujur, ia sangat tidak suka diremehkan ! apalagi dengan orang yang tidak ia kenal sama sekali. ”lo mau maki gue ?! iya ?! ” lanjutnya dengan suara yang sudah melewati batas untuk bicara 4 mata.
 
Pemuda itu tersenyum sinis –lagi- menatap gadis yang ada didepannya saat ini, dari atas sampai bawah, dan dari bawah sampai atas lagi. ”nggak ada gunanya adu bacot sama cewek gila kayak lo ! ” kata cowok itu, seraya pergi meninggalkan ify yang masih sangat kesal dengan sikap kasar pemuda tadi !
 
Ify memunguti bukunya yang berserakkan di lantai, akibat kejadian tabrak lari tadi #abaikanpenulis# sambil menggerutu kesal. Berbagai cacian ia tunjukkan untuk pemuda tadi walaupun orangnya tidak berada disini, tapi setidaknya mengurangi rasa kesal yang ada.
 
Tiba-tiba seorang lelaki hitam manis menghamirinya, sambil berusaha untuk membantu ify. ”gue bantu fy” dengan sangat gesit, cowok itu membereskan buku-buku ify yang berserakkan. Ify tersenyum simpul.
 
”thanks kak” kata ify tulus. Sedikit cerita, cowok manis yang membantu ify tadi adalah kakak kelasnya yang bernama gabriel. Dia mantan ketua osis sekolah NUSA BANGSA. Dan kedudukannya digantikan oleh ify sekarang. Karena itu, mereka menjadi sangat dekat dan akrab. Hanya pada gabriel ify bersifat berbeda. Sifatnya bertolak belakang 180 derajat. Entah apa alasannya.
 
Dengan keadaan kedua tangan yang dimasukkan kedalam celana seragamnya, gabriel berdiri. Sebuah tas selendang (?) menghiasi tubuh tegapnya. Ify ikut berdiri dan menyusul gabriel yang sudah berjalan terlebih dahulu.
 
”muka lo kenapa? kok ditekuk gitu ?” gabriel menoleh kearah ify, tapi sesaat kemudian mengalihkan kembali pandangannya pada kerumunan anak perempuan yang sibuk bergosip.
 
Ify menghela nafas dengan panjang. Membuat senyum tipis terukir diwajah tampan gabriel. ”rencananya gue mau rapat hari ini, pagi tadi. Tapi nggak ada satupun batang idung anak osis yang keliatan !” ify menceritakannya dengan berapi-api. Bukan rahasia umum lagi kalau kejutekan dan kedinginan ify hanya bisa hilang saat bersama gabriel. Semua orang tahu itu.
 
Sesaat ify menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar. *ganyante* ”udah gitu, ada cowok belagu lagi ! pas gue keluar ruang osis, eh dia nabrak gue, tapi yang lebih tepat gue nabrak dia ! bukannya malah minta maaf dia malah ninggalin gue dan buku-buku tebal ini! ”ify cerita beitu menggebu-gebu sambil menunjukkan buku-buku tebal yang ia pegang.
 
Gabril mengerutkan kening dan menyipitkan matanya. Apa ify udah gila? Yang nabrak dia, kenapa harus cowok itu yang minta maaf?. Gabriel menatap ify dengan sangat-sangat tidak mengerti. ”lo sedeng ya fy?” ify mengengkat alisnya. Kenapa dia jadi dibilang sedeng?
 
”apa?! Lo ngatain gue sedeng?! Orang itu yang sedeng!”ify berteriak dengan penuh emosi sehingga mengganggu ketenangan sekolah. Smua orang menatap kearah ify dan gabriel. Siapa yang tidak kenal mereka? Most wanted girl and boy SMA NUSA BANGSA.
 
”upss, sory ada kesalahan teknis. Lanjutin ajaa lagi.”gabriel menyatukan kedua telapak tangannya dan meletakkannya di depan muka. Sedikit membungkukkan badannya. Meminta maaf atas kesalahan yang dibuat ify. Ify? Dia mah cuek.
 
Setelah meminta maaf atas kesalahannya, gabriel menarik ify ketaman belakang sekolah, ”ih, lo kenapa sih kak?! Malu diliatin orang!!”seru ify. Gabriel terus menarik ify tanpa memperdulikan ocehan gadis cuek bin jutek itu *pissIFC :p* setelah beberapa menit berjalan dengan emosi, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
 
”bisa nggak sih, lo itu kalem?”gabriel mencerca ify yang bersikap tidak seperti biasaa pagi ini. Entah setan apa ang merasukinya. Yang tadinya jutek, diem, dingin dan kawan-kawan, jadi cerewet banget. Ify tidak menjawab, hanya memandang lurus kedepan. Ia sadar akan perubahannya hari ini.
 
”gue balik! Ada yang mau diomongin sama anak osis!!”kembali lagi dengan sifat aslinya. Gadis mungil nan manis itu pergi begitu sajaa dan meninggalkan gabriel dengan kening yang berkerut. Kenapa lagi gadis itu? Ahh, entahlah! Memang susah ditebak gadis itu! Setelah puas mengerutkan keningnya (?) pemuda jangkung hitam manis itu duduk disalah satu bangku taman.
 
Pemuda itu mengedarkan pandangan keseluruh taman sekolah dan berhenti disatu titik. Titik itu adalah seorang gadis manis dengan rambut lurus yang diikat ekor kuda, sedang tersenyum. Berjalan memasuki area sekolah, seperti biasa, gadis itu baru saja selesai memarkirkan mobil jazz silvernya.
 
Gadis itu tidak mirip sama sekali dengan kembarannya. Kembarannya yang jutek, ganas, dan nggak peduli. Dia? Gadis itu sangat ramah, mudah bergaul, dann.. lebih baik dari ify lah *pissLAGIIFC!!*
Badannya juga jauh lebih gede dari ify. Dalam arti, tidak sekurus ify.
 
Gadis itu berjalan dengan santainya, sesekali menyapa teman-teman yang ia kenal, kaakak-kakak kelas, bahkan seniornya. Lesung pipinya menambah hawa (?) ramah yang ia miliki. Sivia. Kembaran ify yang dari tadi menjadi obyek pengelihatan (?) gabriel. Sivia tidak menggunakan kacamata, tapi menggunakan lensa mata. (yang warna-warni itu loohh :o)
 
”susah, duduk disamping orang jatuh cinta”sindir seseorang. Gabriel tersentak, ia sadar dari lamunannya dan segera menoleh ke sebelah kanannya. Ternyata dia tidak sedang sendirian. Ada setan tak diundang sekarang. Iyel melengos.
 
”kenapa nggak ngomong kalo udah sampe?!”bukannya basa-basi dulu kek, atau menanyakan kabar, malah langsung diserang pertanyaan yang sama sekali nggak penting –menurut pemuda itu-. Sekarang gilian pemuda yang ada disamping gabriel untuk melengos.
 
”bukannya malah nanya kabar gue, malah maen serang ajaa lo!”cerca pemuda itu. Bagaimana tidak? Baru saja mengalami hal yang tidak diinginkan, sekarang ditambah saudara kembarnya yang tidak ramah! Gabriel menarik nafas panjang.
 
”oke, mario. Gue tanya, gimana kabar lo?!”ucap gabriel setengah tidak ikhlas. Ia benar-benar jengkel dengan saudara kembarnya yang gila ini. Mimpi apa, gu semalem. Sampe ketemu 2 orang yang sama anehnya. Gerutu gabriel dalam hati.
 
”gue baik, gabriel stevent! Lo aja yang nggak penah peduli sama gue!!”bukannya membalas degan nada yang lebih manis, tapi malah membalas dengan aura neraka *lah?. Betapa malang nasibku tuhann! Lagi-lagi gabriel mengeluh di dalam hati.
 
”udah tau kelas lo yang mana?”gabriel mencoba mengalihkan pembicaran. Karena sedang tidak ingin ribut dengan saudara kembarnya yang gila ini.
 
”belum, orang gue belum ke ruang kapsek kok.”ujarnya enteng. Sama sekali tanpa beban dan rasa bersalah, atau apalah itu. Gabiel terbelalak (matanya:p).
 
”jadi dari mana ajaa lo?!”posisinya tak lagi seperi semula. Sekarang ia telah berhadapan dengan saudara kembarnya yang bernama MARIO tadi.
 
”nyariin lo! Dodol amat sih!”ya, mario atau akrab disapa rio itu. Dia adalah twiin-nya gabriel. Mereka bisa dibilang kembar identik. Karena muka, warna kulit, tinggi, dan bentuk badan, bahkan rambut mereka, SAMA SEMUA! *hoorasss*
 
Rio, yang mempunyai nama lengkap mario stevano, adalah adik dari gabriel stevent. Rio baru saja pindah ke kota jakarta dengan selamat malam tadi. Karena mamanya –riel- pindah tugas lagi ke indonesia. Tadinya sih, rio sama mama dita tinggal di aussy. Dan rio sekolah disana. Sedangkan gabriel diindonesia bersama sang ayah.
 
“yaudah lah, dari pada adu bacot sama lo, yang ujung-ujungnya Cuma gue yang menang. Mending kita keruang kepsek sekarang.”akhirnya gabriel berdiri dan berjalan mendahului rio. Dengan gaya biasa, kedua tangan yang dimasukkan kedalam saku celana abu-abunya.
 
Rio mengekor dibelakang gabriel. Sama dengan kakaknya, rio juga memasukkan kedua tangan kedalam saku celana SMA nya. Dengan 2 kancing atas yang tidak tertutup mamamerkan kaus putih yang ada didalamnya. Dan tas yang sama persis dengan gabriel.
 
Rio seakan-akan menjadi bayangan gabriel. Yah, karena mereka sangat mirip begitu juga dengan gaya mereka. Banyak mata yang melihat rio dan gabriel heran. Kenapa bayangan gabriel menjadi nyata? Atau itu hanya perasaan mreka? Tapi... apa jangan-jangan gabriel punya jin?
 
Berbagai gosip hangat menyebar dari mulut satu ke mulut berikutnya. Gabriel dan rio merasa sangat risih. ”yel, disekolah lo nggak ada cowok cakep ya?”rio berbisik pada kakaknya itu. Agar tak ada yang mendengar kecuali mereka berdua. Gabriel mendengus.
 
”adalah! Gue?!”lagi-lagi dengan nada yang tidak bersahabat. Rio dan gabriel, mereka memang saudara kembar, tapi tidak selalu akur. Yang ada, mereka selalu aja berantem. Cuma akur kalo lagi dimarah sama papa mama mereka. Rio membuang muka. Enggan mengeluarkan jata-kata untuk membalas gabriel.
 
Taklama kemudian, mereka sampai diruang kepsek. Gabriel mengetuk pintu dengan sopan. ”masuk” terdengar suara seorang laki-laki paruh baya. Perlahan, gabriel memutar knop pintu. Kepala rio dan gabriel nongol dibalik pintu. Perlahan, iyel membawa rio masuk kedalam ruangan itu.
 
”permisi pak, saiia mau mengantar murid baru.” gabriel berdiri didepan kepala sekolah SMA NUSA BANGSA. Di depan kepala sekolah itu, ada seorang gadis yang sibuk membolak-balik kertasnya. Kening pak ahmad –kepala sekolah gabriel- berkerut. Memandang gabriel dan rio secara bergantian.
 
”eh? Kembaran kamu ya yel?”tanyanya heran. Gabriel terkekeh dan mengangguk, menjawab petanyaan pak ahmad. Gadis yang tadinya sibuk membolak-balik kertasnya, sekarang berhenti mendadak. Tapi hanya sesaat. Sedetik kemudian, ia melanjutkan aktifitasnya.
 
”oh, silahkan duduk.”kepala sekolah mempersilahkan murid barunya untuk duduk. Gadis yang duduk dibangku sebelahnya, tampak sangat gelisah. Buru-buru ia memunguti (?) berkasnya dan pamit.
 
”saya permisi pak.”tanpa menunggu jawaban, gadis itu lari dengan sangat tergesa-gesa, dan tanpa sadar menjatuhkan pita putih miliknya. Gabriel tampak bingung setelah mengetahui siapa gadis itu. Buru-buru ia mengejar gadis itu. Rio? Dia Cuma cuek bebek. Dipungutnya pita putih itu dan menyimpanya disaku celana.
 
 
@@@@@
 
Ify berlari dengan sangat kencang.  Tidak memperdulikan suara yang terus meneus menyebut namanya. Ify berlari menuju kelasnya. XI IPA-2. setelah sampai didepan pintu, ify sempat melirik kebelakang dan melihat gabriel yang sedang berlari kencang untuk berusaha mengejarnya.
 
Baru selangkah ify menginjakkan kakinya didalam kelas, bel masuk sudah berbunyi. Dan memaksa seluruh siswa-siswi untuk segera memulai pelajaran pertama. Jam pertama hari ini adalah matematika. Untuk kelas XI IPA-2 tentunya.
 
Di tempat lain...
 
Gabriel terus mengejar ify. Cepat dan semakin cepat. Tapi setelah beberapa langkah lagi mencapai pintu kelas ify, bel masuk sudah berbunya. ”ah!sial!” umpatnya. Mungkin keberuntungan belum berpihak padanya. Dengan berat hati, iyel meninggalkan kelas ify dan kembali kekelasnya.
 
Bariel berjalan gontai menuju klasnya. Ntah kenapa perasaannya bialng, kalau ify tau siapa rio. Apa hubungannya? Well, mungkin gabril mnyimpan rasa pada ify. Atau bahkan pada kembarannya? Entahlah, gabriel juga tdak tahu pasti dngan prasaannya.
 
Diruang kepala sekolah..
 
”ok rio, sekarang kamu tinggal mencari kelas kamu dilantai dua. Kelas XII IPA-1.”selesai memberi berbagai pertanyaan dan memperkenalkan sekolah, pak ahmad mempersilahkan rio untuk bergegas kekelas baruya. Karena bl masuk sudahberbunyi. Rio hanya tersenyum sambil mengangguk setuju.
 
”trima kasih pak.”katanya sopan.
 
Rio berjalan dengan santainya. Mengintip (?) setiap kelas yang pintunya tidak ditutupi. Sudah sejitar 3 kelas yang ia lewati. Tetapi langkahnya berhenti saat melewati kelas XI IPA-2. ya, gadis yang tadi pagi menjadi korban tabrak larinya sedang menundukkan kepalanya dalam-dalam.
 
Sepertinya ia tertidur. Dengan handset putih bening yang nangkring di salah satu telinganya. Sedangkan seorang guru muda sedang menjelaskan berbagai rumus matematika. Rio tersenyum tipis. ’menarik’ pikirnya. Setelah puas memandangi gadis itu, rio berjalan menuju tangga.
 
Sesampainya didalam kelas rio mengetuk pintu kelas dengan sangat hati-hati. Karna guru yang mengisi pelajaran sudah masuk, dan sedang menerangkan pelajaran. Mendengar ketukan pintu, guru itu menoleh.
 
Kedua alisnya menyatu, dan keningnya berkerut. ”kamu gabriel?” tanyanya heran. Rio menggeleng kuat. ”bukan bu, saya rio murid baru disini.” rio memperkenalkan diri disertai senyum manisnya.
 
”oh, yasudah kamu duduk di kursi kosong itu saja.”kata ibu itu. ”oh iya, saya winda guru bahasa indonesia kelas XII IPA-1”lanjutnya. Rio mengangguk dan tersenyum –lagi-. Sejurus kemudian ia berjalan menuju kursi yang ditunjukkan ibu winda tadi.
 
Rio meletakkan tasnya dngan plan. Mengeluarkan buku-bukunya dan segera konsntrasi pada pelajaran. Tak selang lama,ada seseorang lagi yang mengetuk pintu. Bu winda membalikkan badanya. ”kenapa kamu rio? Mau izin keluar?” tanya bu winda heran. Gabriel gelagapan. Perasaan dia nggak mirip-mirip amat sama rio.
 
Gabriel Cuma bisa menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. ”saya gabriel buk.” seisi kelas jadi bingung, menatap iyel dan rio secara bergantian. ”kalian kembar?” ujar seorang siswi mewakili teman teman sekelasnya –kecuali riel.-gabriel mengangguk. Rio? Cuma nyengir dibangkunya.
 
”yasudah, silahkan duduk.”gabriel celingukan nyari tempat susuk kosong. Sedikit cerita –lagi- dikelas gabriel yang sekarang menjadi kelas rio juga, siapa cepat dia dapat. Maksudnya, siapa dateng paling awal, bisa sesuka hati memilih tempat duduk. Dan inilah akibat datang telat.
 
Hanya ada 1 bangku kosong. Yaitu disebelah... rio! Gabriel mendengus kuat-kuat sampai mengganggu konsentrasi teman-temannnya. Untung saja bu winda tidak mendngarnya. Semua teman sekelas gabriel menoleh dan memasang muka sangar. Gabriel Cuma nyengir. Memperlihatkan deretan gigi putihnya...
 
Gabriel berjalan dengan sangat tidak niat. Nggak tahu kenapa, perasaannya tidak enak kalau duduk disebelah mario! Saudara kembarnya yang sangat membuatnya tidak beruntung hari ini. Brakk! Gabril membanting tasnya. Membuat semua perhatian tertuju padanya. Kali ini termasuk bu winda.
 
”kenapa kamu gabriel?!”tanya bu winda yang aslinya ngebentak. ”nggak papa bu, kepeleset tadi.” konyol sekali! Ah, sudahlah. Mungkin keberuntungan sedang tidak berpihak padanya. Yah, pelajaran dimulai kembali.
 
 
@@@@@